Tumpah Ruah Warga Luki, Reses H. Alfi Beben Jadi Panggung Aspirasi: “Suara Rakyat, Amanah yang Harus Diperjuangkan”. Arie St Malin MudoPadang, Lamosai.com — Bukan sekadar agenda seremonial, reses anggota DPRD Kota Padang H. Alfi Beben One, SH menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan dan harapan yang mereka rasakan di tengah kehidupan sehari-hari.
Hal itu terlihat saat pelaksanaan reses masa sidang I Tahun 2026/2027 yang digelar H. Alfi Beben One di Hall One Ulu Gadut, Kecamatan Lubuk Kilangan (Luki), Kota Padang, Sabtu (5/9/2026) malam.
Sejak sore hingga malam, warga tampak berdatangan. Suasana lokasi kegiatan semakin ramai hingga akhirnya dipenuhi masyarakat yang ingin bertemu langsung dengan wakil mereka di lembaga legislatif.
Tumpah ruahnya warga menjadi gambaran bahwa reses bukan hanya tentang pertemuan antara anggota dewan dan konstituen, tetapi juga menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan suara, keluhan, kebutuhan sekaligus gagasan pembangunan di wilayah mereka.
Dalam kesempatan tersebut, H. Alfi Beben One menegaskan bahwa keberadaan dirinya sebagai anggota DPRD Kota Padang tidak boleh berjarak dengan masyarakat. Menurutnya, seorang wakil rakyat harus turun langsung, mendengar dan memahami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
“Reses ini adalah kesempatan bagi saya untuk bertemu langsung dengan masyarakat. Saya ingin mendengar sendiri apa yang menjadi persoalan, apa yang menjadi kebutuhan dan apa yang menjadi harapan masyarakat,” ujar Alfi Beben One di hadapan warga.
Ia menegaskan, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan melalui jalur legislatif sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah.
“Tidak semua aspirasi tentu bisa langsung kita wujudkan. Tetapi setiap aspirasi akan kita catat dan kita perjuangkan. Karena saya hadir di DPRD membawa amanah masyarakat,” tegasnya.
Menurut Alfi Beben, pembangunan daerah tidak akan berjalan maksimal apabila hanya dirancang dari balik meja. Pemerintah dan legislatif, katanya, harus mengetahui kondisi riil yang dihadapi masyarakat di lapangan.
Karena itu, pertemuan seperti reses dinilai sangat penting untuk memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat.
“Bagi saya, suara masyarakat adalah bahan bakar perjuangan. Kalau masyarakat menyampaikan persoalan, tugas kita adalah mencari jalan keluarnya. Jangan sampai masyarakat merasa sudah menyampaikan aspirasi, tetapi tidak pernah ada tindak lanjut,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan aspirasi, baik yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, fasilitas umum, sosial kemasyarakatan, pemberdayaan ekonomi maupun kebutuhan lainnya.
“Silakan sampaikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Kita tampung, kita kaji dan kita perjuangkan sesuai mekanisme yang ada,” ucapnya.
Antusiasme masyarakat yang hadir dalam reses tersebut sekaligus menunjukkan kuatnya hubungan emosional antara wakil rakyat dengan konstituennya.
Bagi warga Lubuk Kilangan, kesempatan bertatap muka secara langsung dengan anggota DPRD menjadi ruang penting untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi.
Reses pun akhirnya tidak berhenti sebagai rutinitas lima tahunan atau agenda formal lembaga legislatif. Lebih dari itu, reses menjadi jembatan yang mempertemukan suara masyarakat dengan meja kebijakan.
Dari Ulu Gadut, suara warga Luki malam itu mengalir. Aspirasi dikumpulkan, persoalan disampaikan dan harapan dititipkan kepada wakil rakyat.
Dan bagi H. Alfi Beben One, amanah tersebut bukan sekadar untuk didengar, tetapi menjadi pekerjaan rumah yang harus dibawa kembali ke gedung DPRD Kota Padang untuk diperjuangkan.(Hr1)
