Launching Kelas Digital dan Bilingual, Pemko Padang Dorong Siswa SMP Kuasai Teknologi dan Bahasa Asing. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang H. Yopi Krislopa, SH, MM. Arie St Malin MudoPadang, Lamosai.com — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang terus mendorong inovasi pendidikan yang selaras dengan perkembangan teknologi dan tuntutan global.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Launching Kelas Digital dan Bilingual Jenjang SMP se-Kota Padang yang dipusatkan di SMP Negeri 30 Padang, Selasa (15/9/2026).
Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Padang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat literasi digital, sekaligus mendorong kemampuan berbahasa asing bagi peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang H. Yopi Krislova, SH, MM, mengatakan Kelas Digital dan Bilingual merupakan bagian dari transformasi pendidikan yang sedang didorong Pemko Padang untuk menjawab kebutuhan peserta didik di era teknologi dan persaingan global.
“Kita ingin anak-anak Kota Padang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya dan mengembangkan potensi diri. Begitu juga dengan kemampuan bahasa asing, ini menjadi bekal penting bagi mereka untuk membuka wawasan dan berkomunikasi di tingkat global,” ujar Yopi.
Menurutnya, penerapan Kelas Digital dan Bilingual harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas guru, ketersediaan sarana pendukung serta kolaborasi antara sekolah, orang tua dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Transformasi pendidikan tidak bisa dilakukan sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama agar inovasi yang dilakukan benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran dan masa depan anak-anak kita,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 30 Padang Agusrial, S. Pd mengatakan penerapan Kelas Digital dan Bilingual merupakan bagian dari upaya sekolah dalam mempersiapkan peserta didik agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memiliki kemampuan komunikasi yang semakin baik.
“Melalui kelas digital dan bilingual ini, kita ingin peserta didik tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara positif serta memiliki kemampuan bahasa asing sebagai bekal menghadapi perkembangan dunia yang semakin terbuka,” ujar Agusrizal.
Menurutnya, transformasi pendidikan membutuhkan kesiapan seluruh unsur sekolah, mulai dari guru, peserta didik hingga dukungan orang tua dan pemangku kepentingan lainnya.
Ia berharap program tersebut dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif dan inovatif, sekaligus meningkatkan motivasi peserta didik untuk terus mengembangkan potensi diri.
Sementara itu, melalui program Kelas Digital dan Bilingual, Pemerintah Kota Padang berharap tercipta lingkungan pendidikan yang modern, inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda Kota Padang yang unggul, berdaya saing dan siap menghadapi tantangan global.
Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan, Kelas Digital dan Bilingual diharapkan menjadi salah satu langkah nyata mewujudkan transformasi pendidikan menuju Padang Juara.(Hr1)