Padang, Lamosai.com — Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima audiensi pengurus Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang di Kediaman Resmi Wali Kota, Rabu (9/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam mematangkan persiapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) IX LKAAM Kota Padang yang dijadwalkan berlangsung pada 22 September 2026 mendatang.
Selain membahas kesiapan Musda, audiensi juga menjadi ruang untuk memperkuat kembali posisi dan peran lembaga adat dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam pembinaan generasi muda serta membantu mencarikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Fadly Amran mendorong agar Musda IX LKAAM tidak hanya dimaknai sebagai agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan konsolidasi dan memperkuat kontribusi lembaga adat dalam pembangunan Kota Padang.
Menurutnya, nilai-nilai adat Minangkabau memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, keberadaan LKAAM bersama Kerapatan Adat Nagari (KAN), niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang serta unsur masyarakat lainnya perlu terus diperkuat.
“Musda ini hendaknya mengedepankan musyawarah dan mufakat. Yang terpenting adalah bagaimana LKAAM ke depan semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Kota Padang,” demikian semangat yang disampaikan Fadly Amran dalam audiensi tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara LKAAM, KAN, pemerintah daerah dan tokoh-tokoh adat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat ditangani secara bersama-sama dengan mengedepankan kearifan lokal dan nilai-nilai adat.
Terlebih di tengah perkembangan zaman dan tantangan sosial yang semakin kompleks, lembaga adat dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu benteng dalam menjaga karakter, etika dan jati diri generasi muda.
Fadly berharap Musda IX LKAAM nantinya mampu melahirkan kepengurusan yang solid, visioner dan memiliki komitmen kuat untuk menghidupkan kembali nilai-nilai adat dalam kehidupan masyarakat.
“Adat bukan hanya warisan masa lalu, tetapi harus menjadi kekuatan untuk menjawab tantangan masa depan,” menjadi pesan penting dalam penguatan peran lembaga adat di Kota Padang.
Dengan semangat “duduak samo randah, tagak samo tinggi”, Musda IX LKAAM diharapkan mampu menjadi ruang bersama untuk menyatukan pandangan, memperkuat persaudaraan, serta merumuskan langkah strategis lembaga adat dalam mendukung terwujudnya pembangunan Kota Padang yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai budaya Minangkabau.(Hr1)
