Bangun Karakter Anak Didik, Disdik Sumbar Berikan Pelatihan Bela Negara SMK se Kota Padang

Kadisdik Sumbar, Barlius memasangkan pita kepada salah seorang siswa SMK tanda dimulainya pelatihan karakter bela negara. @rie St Malin Mudo


Padang, Lamosai.com- Salah satu bentuk keseriusan Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Barat memberikan pelatihan dasar pembentukan karakter dalam hal berla negara. 

Kegiatan tersebut diangkat oleh MKKG SMK dalam rangka mengurangi resiko kenakalan remaja, aksi tawuran dan hal-hal buruk yang akan mencoreng pendidikan dan anak didik itu sendiri. Maka dari itu, kegiatan yang diadakan selama empat hari, dimulai dari tanggal 30 Agustus hingga 2 September 2022.

Pelatihan karakter bela negara tersebut di pusatkan, di Lapangan Batalyon Infanterib133 Yudha Sakti, Air Tawar, Kota Padang, Sumatera Barat dengan tema 'Melalui latihan karakter Bela Negara, kita wujudkan generasi berkarakter', Selasa (30/8/2022).

Saat pembukaan, Gubernur Provinsi Sumbar Mahyeldi melalui Kadisdik Provinsi Sumbar Barlius mengatakan, melalui pelatihan karakter bela negara ini kita wujudkan dan lahirkan generasa muda milenial the next leader yang memiliki karakter juga kepribadian yang tangguh.

" Era digitalisasi 4.0 sekarang ini banyak generasi muda, terutama anak didik yang melek informasi. Akan tetapi, pengaruh negatifnya pun banyak," pungkas Barlius.

Namun, lanjut Barlius, satu saja kita menghentikan dan tidak menyebarkan berita-berita negatif atau hoaks sudah sama dengan kita melakukan aksi bela negara.

" Atas nama pemprov Sumbar, dengan resmi pelatihan karakter bela negara saya nyatakan resmi dibuka," ucap Barlius.

Pantauan media ini dilapangan, latihan dibuka dengan menyemati tanda  peserta, dilanjutkan dengan pembacaan ikrar bela negara dan diikuti oleh perwakilan seluruh SMK Negeri se Kota Padang.

Lebih jauh dipaparkan Barlius, bela negara tidak cukup dengan bersorak- sorak, demo dan unjuk rasa serta bilang NKRI. Bela negara harus dibuktikan dengan tindakan dan prilaku antara lain melestarikan budaya dan mentaati aturan hukum yang berlaku," katanya.

Menurut Barlius kewajiban bela negara tidak hanya orang dewasa, namun semua elemen dan generasi muda harus terlibat. Ancaman negara saat ini yaitu penyebaran hoax atau berita bohong bagaikan bola salju yang mengakibatkan perpecahan.

"Generasi muda tidak boleh hanya sekedar memakai smartphone saja, harus menjadi pengguna yg cerdas. Pilihlah info yang benar sebelum dibagikan," ujar Barlius.

Barlius menjelaskan, "Indonesia secara statistik hp melebihi jumlah penduduk, artinya satu orang ada yang menggunakan 2 hp. Kita adalah pasar bagi negara maju, maka harus cerdas menggunakannya."

"Kita harus bangga sebagai bangsa pejuang, yang merdeka dengan mengangkat senjata dan diproklamirkan pada 17 agustus 1945," ujar Barlius.

"Ayo bela Indonesia, karena Indonesia adalah rumah kita. Maka generasi muda harus paham tugas sejarah yaitu belajar dengn tekun," ujar Barlius lagi.

Barlius berharap semoga dengan kegiatan ini akan timbul konsep diri positif, solidaritas bahwa pelajar adalah generasi penerus bangsa. 

Hadir dalam pembukaan Wadanyon Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti Mayor Inf Candra Jaya Maulana, Kabid SMK, Ketua MKKS SMK, para Kepsek dan guru pembimbing serta orang tua siswa. (Hr1/AdF)

Posting Komentar

0 Komentar