SolSel, Lamosai.com- Di tengah berbagai keterbatasan yang masih dirasakan masyarakat di pelosok daerah, hadir sosok sederhana namun penuh kepedulian bernama Dasril Yanto. Putra asli Solok Selatan yang tinggal di Jalan Usaha Tani, Mudiak Lawe Barat, Nagari Sako Utara, Kecamatan Sungai Pagu ini tak ingin melihat generasi muda di daerahnya kehilangan masa depan hanya karena persoalan biaya pendidikan.
Sebagai Ketua Ikatan Guru Indonesia, Dasril Yanto dikenal luas sebagai figur yang dekat dengan dunia pendidikan dan kehidupan masyarakat kecil. Baginya, pendidikan bukan sekadar soal sekolah dan ijazah, tetapi tentang membuka harapan, mengangkat derajat keluarga, serta memutus rantai kemiskinan.
Keprihatinannya bermula ketika melihat banyak anak-anak Solok Selatan yang sebenarnya cerdas dan memiliki semangat belajar tinggi, namun terpaksa mengubur mimpi untuk kuliah karena kondisi ekonomi keluarga. Tidak sedikit pula pemuda yang akhirnya menganggur karena tak memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.
“Setiap melihat ada anak yang gagal kuliah karena biaya, hati saya terpanggil. Saya tidak ingin anak-anak Solok Selatan berhenti bermimpi hanya karena keadaan,” ungkap Dasril Yanto penuh haru.
Dari kegelisahan itulah lahir langkah besar. Dengan tekad kuat, Dasril Yanto membangun kerja sama strategis dengan Universitas Nusa Putra melalui program unggulan Beasiswa 1000 Anak Negeri. Program ini membuka kesempatan emas bagi putra-putri daerah untuk mengenyam pendidikan tinggi dengan beasiswa penuh maupun keringanan biaya kuliah yang sangat besar.
Kepercayaan besar pun diberikan pihak kampus kepada beliau. Dasril Yanto resmi ditunjuk sebagai Koordinator Kemahasiswaan Bidang Mahasiswa Beasiswa 1000 Anak Negeri wilayah Kabupaten Solok Selatan. Amanah tersebut menjadi bukti nyata dedikasi dan keseriusannya dalam memperjuangkan masa depan generasi muda daerah.
Namun perjuangan beliau tidak berhenti di balik meja. Dasril Yanto turun langsung ke lapangan, mendatangi sekolah-sekolah, madrasah, hingga menemui pemuda-pemuda yang belum memiliki kesempatan kuliah. Dengan penuh kesabaran, ia mendata, memberikan motivasi, menjelaskan peluang beasiswa, hingga mendampingi proses pendaftaran calon mahasiswa.
Sasarannya jelas dan mulia:
Lulusan SLTA, SMK, dan Madrasah Aliyah
Siswa-siswi dari berbagai sekolah dan madrasah di Solok Selatan
Pemuda yang menganggur atau terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan
“Tidak peduli mereka berasal dari keluarga apa, selama ada kemauan untuk belajar, saya siap membantu dan mendampingi. Saya ingin anak-anak Solok Selatan percaya bahwa kemiskinan bukan alasan untuk menyerah,” tegasnya.
Semangat pengabdian Dasril Yanto menjadi cahaya harapan bagi banyak keluarga. Melalui jaringan Ikatan Guru Indonesia, ia juga mengajak para guru untuk bersama-sama mencari dan merekomendasikan anak-anak yang layak mendapatkan kesempatan kuliah melalui program beasiswa tersebut.
Apa yang dilakukan Dasril Yanto bukan sekadar membantu anak masuk kampus. Lebih dari itu, ia sedang menanam investasi masa depan bagi Solok Selatan. Ia ingin melihat semakin banyak anak daerah yang menyandang gelar sarjana, memiliki pekerjaan layak, menjadi pribadi mandiri, dan suatu hari kembali membangun kampung halamannya.
Di tengah zaman ketika banyak orang sibuk mengejar kepentingan pribadi, Dasril Yanto hadir dengan perjuangan tulus untuk pendidikan. Ia membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kepedulian sederhana: memastikan anak-anak daerah tetap memiliki mimpi dan kesempatan untuk menggapainya.
Sosok seperti Dasril Yanto adalah pengingat bahwa pendidikan masih memiliki pejuang. Dan Solok Selatan patut bangga memiliki putra daerah yang memilih menjadi jembatan harapan bagi generasi masa depan.(**)
