Padang, Lamosai.com– Pemerintah Kota Padang mengalokasikan anggaran sekitar Rp226 miliar untuk percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana di berbagai wilayah kota.
Anggaran tersebut difokuskan untuk perbaikan jalan, drainase, dan irigasi guna mendukung kembali produktivitas masyarakat, terutama sektor pertanian yang terdampak kerusakan infrastruktur.
Langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota Padang Fadly Amran agar pemulihan infrastruktur terdampak bencana dapat dilakukan lebih cepat dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan sebagian anggaran tersebut digunakan untuk pengerjaan permanen 16 titik daerah irigasi yang rusak akibat bencana.
“Tujuannya supaya masyarakat terdampak tidak lagi merasakan kondisi bencana sebelumnya, dan infrastruktur yang rusak bisa segera diperbaiki,” ujar Malvi Hendri, Rabu.
Ia menjelaskan, saat ini proses perencanaan teknis tengah dirampungkan dan ditargetkan selesai pada akhir Mei 2026 agar tahapan pengadaan dapat segera dilakukan.
Pengerjaan fisik permanen ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan Juli 2026 setelah kontrak kerja ditandatangani pada minggu kedua Juli.
Adapun daerah irigasi yang menjadi prioritas penanganan antara lain Bendung Limau Manis, Rekonstruksi Bendung Beringin, Bendung D.I. Kapalo Hilalang, Bendung D.I. Sei Latung, Bendung D.I. Sei Guo, Bendung Rasak Bungo, Bendung Koto Lalang, serta Rekonstruksi Bendung Batu Busuk.
Selain itu, perbaikan juga mencakup D.I. Lubuk Lagan, D.I. Guo Atas, D.I. Lubuk Minturun, D.I. Lubuk Laweh, D.I. Lolo, dan D.I. Lolo 2.(*)
