Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Perpisahan dan Wisuda Tahfidz siswa kelas IX MTSs Terpadu Nusantara Dhuafa Padang yang berada di bawah naungan Yayasan Bina Nusantara Isafat, Selasa (27/4/2026). Arie St Malin Mudo
Padang, Lamosai.com – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Perpisahan dan Wisuda Tahfidz siswa kelas IX MTSs Terpadu Nusantara Dhuafa Padang yang berada di bawah naungan Yayasan Bina Nusantara Isafat, Selasa (27/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi para siswa yang telah menuntaskan pendidikan tingkat Tsanawiyah, sekaligus bagi para wisudawan tahfidz juz 30 yang berhasil menorehkan capaian membanggakan dalam bidang keagamaan.
Prosesi berlangsung khidmat dan penuh makna, dihadiri oleh para guru, orang tua murid, pengurus yayasan, serta para tamu undangan yang turut memberikan doa dan dukungan bagi masa depan para siswa.
Kepala Sekolah MTSs Dhuafa Padang, Devita Zukamelia, S. Pd dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan haru atas perjuangan seluruh siswa yang telah melewati proses belajar dengan penuh kesungguhan.
“Perpisahan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk menjemput masa depan yang lebih cerah. Teruslah raih mimpi indahmu, anakku. Jangan pernah berhenti belajar, jangan takut bermimpi besar, dan tetaplah menjaga akhlak serta nilai-nilai agama dalam setiap langkah kehidupan,” ujar Devi dengan penuh haru dan mata berkaca-kaca.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan para siswa, khususnya dalam menyelesaikan hafalan juz 30, menjadi bukti bahwa pendidikan akademik dan pendidikan karakter religius dapat berjalan beriringan.
“Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal dunia dan akhirat. Kami berharap anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang cerdas, beriman, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesan Devi.
Sementara itu, Ketua Yayasan YBNI, Ahmad Ridho, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa pendidikan di sekolah ini tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan mandiri.
“Kami ingin melahirkan generasi yang kuat secara intelektual, spiritual, dan sosial. Anak-anak ini adalah investasi masa depan bangsa. Semoga mereka terus melangkah dengan percaya diri dan tetap membawa nilai-nilai kebaikan di manapun berada,” ungkapnya.
Menurutnya, wisuda tahfidz menjadi simbol keberhasilan bersama antara sekolah, yayasan, guru, dan orang tua dalam membangun fondasi pendidikan yang kokoh bagi anak-anak.
Di sisi lain, salah seorang perwakilan orang tua murid, Arie Sutan Malin Mudo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tenaga pendidik yang telah membimbing anak-anak mereka dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
“Kami sebagai orang tua sangat bersyukur dan bangga. Terima kasih kepada ibu dan bapak guru yang telah mendidik anak-anak kami bukan hanya dengan ilmu, tetapi juga dengan hati. Semoga semua kebaikan ini menjadi amal jariyah,” tuturnya.
Acara ditutup dengan prosesi pengalungan medali wisuda, penyerahan piagam tahfidz, pembacaan doa serta sesi foto bersama yang semakin menambah suasana haru dan bahagia.
Perpisahan dan wisuda ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan sekadar tentang kelulusan, tetapi tentang menanam harapan, membangun karakter, dan mengantarkan generasi muda menuju masa depan yang gemilang. (Sarmila Sari Dewi)

