Padang, Lamosai.com — Arus deras perkembangan teknologi dan informasi digital dinilai menjadi tantangan besar bagi generasi muda saat ini. Karena itu, penguatan literasi, karakter, dan jati diri menjadi pondasi penting agar pelajar tidak kehilangan arah di tengah perubahan zaman.
Pesan itulah yang disampaikan Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi saat menghadiri kegiatan pemantapan nilai literasi siswa SMK se-Kota Padang di SMK Negeri 9 Padang, Jumat (22/5/2026).
Mengusung tema “Membaca Terbuka Jendela Dunia, Menulis Terukir Inspirasi Jiwa”, kegiatan tersebut berlangsung penuh semangat dan antusiasme para siswa. Muhidi hadir memberikan motivasi sekaligus membuka wawasan generasi muda tentang pentingnya budaya membaca di era digital.
Dalam arahannya, Muhidi menegaskan bahwa identitas dan karakter harus menjadi pegangan utama generasi muda, terutama di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan pergaulan bebas.
“Yang pertama harus kita bangun adalah identitas dan jati diri. Apalagi kita orang Minang punya falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Kita boleh bergaul dengan siapa saja, tetapi tetap harus punya prinsip dan identitas sendiri,” ujar Muhidi.
Menurutnya, budaya literasi menjadi jalan penting untuk membangun pola pikir yang kuat, kritis, dan terbuka terhadap perkembangan dunia. Ia bahkan menyebut membaca sebagai kunci utama memperluas wawasan dan memperkokoh kualitas diri.
“Untuk menguatkan pikiran, kita harus banyak membaca. Kalau sudah menemukan kenyamanan dalam membaca, maka wawasan akan semakin luas,” katanya.
Muhidi juga menekankan bahwa penguatan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan menjadi perhatian serius DPRD Sumbar. Salah satunya dengan mendorong hadirnya fasilitas pembelajaran berbasis teknologi di sekolah-sekolah.
Saat ini, kata dia, tengah dilakukan uji coba ruang kelas berbasis digital lengkap dengan perangkat IT seperti laptop dan papan digital. Program itu nantinya diharapkan dapat diterapkan lebih luas di sekolah-sekolah lain di Sumatera Barat.
“Kita fokus pada peningkatan SDM. Kebutuhan siswa harus terlayani, mulai dari buku hingga fasilitas teknologi. Semangat belajar siswa juga harus terus dibangun bersama kepala sekolah dan guru,” ungkapnya.
Tak hanya itu, DPRD Sumbar juga tengah merevisi Perda Pendidikan agar dunia pendidikan tidak hanya menekankan pembelajaran akademik, tetapi juga memperkuat muatan lokal dan karakter budaya daerah.
Di hadapan ratusan siswa, Muhidi turut mengingatkan pentingnya menyiapkan masa depan sejak dini. Menurutnya, generasi muda harus menjadi pelaku utama dalam menentukan arah masa depannya sendiri.
“Kalau bukan kita yang menyiapkan masa depan, siapa lagi. Kami di DPRD hanya menjadi pendorong untuk menyiapkan prosesnya,” tuturnya.
Kegiatan literasi tersebut berlangsung interaktif dan hangat. Para siswa tampak aktif berdialog dan mengajukan berbagai pertanyaan kepada Muhidi, mulai dari pengalaman politik hingga tugas dan fungsi DPRD Sumatera Barat.(**)
