Breaking News

Tragis di Tabing Padang: Duduk di Rel Saat Menjelang Magrib, Tiga Orang Tertabrak Kereta Api

Dua dari tiga orang korban tabrakan KA. Peristiwa tragis terjadi di kawasan Tabing, Kota Padang, saat lima orang pria dilaporkan tertabrak Kereta Api Lembah Anai B.56 A di depan SLB Karya Padang, Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, ketika berada di rel menjelang waktu berbuka puasa, Sabtu (7/3/2026), Arie St Malin Mudo/Fb.


Padang, Lamosai.com- Peristiwa tragis terjadi di kawasan Tabing, Kota Padang, saat lima orang pria dilaporkan tertabrak Kereta Api Lembah Anai B.56 A di depan SLB Karya Padang, Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, ketika berada di rel menjelang waktu berbuka puasa, Sabtu (7/3/2026). sekitar pukul 19.15 WIB. Akibatnya, dua orang meninggal dunia, sedangkan satu korban kritis.

Menurut kronologi kejadian, kelima pria tersebut awalnya duduk di atas rel kereta api ketika waktu magrib hampir tiba. Mereka diduga sedang menunggu waktu berbuka puasa. Namun secara tiba-tiba, sebuah kereta api melaju dengan kecepatan tinggi menuju lokasi.

Warga sekitar yang melihat situasi berbahaya itu sempat berteriak memperingatkan agar mereka segera menjauh dari rel. Sayangnya, peringatan tersebut tidak terdengar oleh para korban.

Kereta api kemudian menabrak tiga dari lima pria yang berada di rel. Benturan keras menyebabkan para korban terseret beberapa meter. Akibat kejadian tersebut, beberapa korban mengalami luka sangat serius, termasuk luka parah di bagian kepala dan ada yang kehilangan tangan.

Sementara dua orang lainnya berhasil menyelamatkan diri dan hanya mengalami luka ringan.

Peristiwa memilukan ini terjadi di Jalan Prof. Dr. Hamka, tepatnya di seberang simpang Lapangan PSTS Tabing, Kota Padang. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan pertolongan sebelum para korban dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak beraktivitas di area rel kereta api karena sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan jiwa.

Kepala Polsek Koto Tangah, Kompol Afrino, mengatakan bahwa malam itu ketiga remaja tersebut duduk di atas rel untuk menunggu sembilan temannya untuk bermain futsal. Saat berada di atas rel, kata Afrino, para remaja tersebut tidak menyadari kedatangan kereta api yang melintas dari arah Padang menuju Pariaman.

" Tiga pelajar yang sedang duduk di rel tertabrak Kereta Api Lembah Anai B.56 A di depan SLB Karya Padang, Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, sekitar pukul 19.15 WIB. Akibatnya, dua orang meninggal dunia, sedangkan satu korban kritis," terang Alfarino. (**)

No comments