Breaking News

Dr. Syamsul Mardan dari Sekretaris Nagari, Berlabuh di Dunia Edukasi Sumbar

Dari Nagari menuju Propinsi Dr. Syamsul Mardan, S.Pd., M.M merupakan sosok pendidik yang menempuh jalan pengabdian panjang dan tidak selalu mulus. Pria kelahiran Lumpo, 12 Oktober 1974 itu, kini dipercaya memimpin SMKN 9 Padang, salah satu sekolah kejuruan besar di Sumatera Barat. Arie St Malin Mudo


Padang, Lamosai.com- Talenta yang satu kali ini, seorang pria 50 tahun, yang melewati lompatan tak biasa. 20-an tahun lalu, ia masih berkutat dengan urusan Pemerintahan Nagari Lumpo, pada skop yang kecil, tapi kini berkiprah dalam cakrawala Sumatera Barat.

Dr. Syamsul Mardan, S.Pd., M.M merupakan sosok pendidik yang menempuh jalan pengabdian panjang dan tidak selalu mulus. 

Pria kelahiran Lumpo, 12 Oktober 1974 itu, kini dipercaya memimpin SMKN 9 Padang, salah satu sekolah kejuruan besar di Sumatera Barat. Hampir dua dekade ia mengabdikan diri sebagai aparatur sipil negara (PNS) di dunia pendidikan, dengan perjalanan karier yang sarat dinamika dan tantangan.

Sebelum sepenuhnya menekuni jalur pendidikan, Syamsul Mardan sempat mengemban amanah di pemerintahan nagari. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Nagari, Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinannya—terbiasa bekerja dengan masyarakat, memahami birokrasi, sekaligus belajar mengelola persoalan di tingkat akar rumput.

Selepas tugas di nagari, Syamsul memilih kembali ke habitat pengabdian yang sejak awal ia tekuni: dunia pendidikan. Ia memulai sebagai guru di SMKN 1 Tarusan.

Di sekolah inilah ia menempa diri sebagai pendidik vokasional, berhadapan langsung dengan tantangan meningkatkan kompetensi siswa agar siap bersaing di dunia kerja.

Kerja keras dan dedikasinya berbuah kepercayaan. Ia kemudian diangkat menjadi Kepala SMKN 1 Ranah Pesisir. Jabatan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya, karena untuk pertama kalinya ia memimpin sebuah satuan pendidikan. 

Di sana, Syamsul dikenal sebagai kepala sekolah yang mendorong kedisiplinan, tata kelola sekolah, serta penguatan budaya kerja.

Tidak lama berselang, ia mendapat promosi ke sekolah yang lebih besar, SMKN 1 Painan. Tantangan yang dihadapi pun semakin kompleks, baik dari sisi jumlah peserta didik, tenaga pendidik, maupun ekspektasi masyarakat. 

Namun, di bawah kepemimpinannya, sekolah tersebut menunjukkan kemajuan yang signifikan dan terbilang sukses dalam berbagai aspek pengelolaan.

Kesuksesan tersebut mengantarkan Syamsul Mardan ke jenjang kepemimpinan yang lebih tinggi. Ia dipercaya menakhodai SMKN 9 Padang, sekolah kejuruan dengan skala dan tantangan yang jauh lebih besar. Promosi ini sekaligus menjadi pengakuan atas kapasitas manajerial dan visi kepemimpinannya di bidang pendidikan vokasi.

Sebagai kepala sekolah, Syamsul dikenal energik dan adaptif terhadap perubahan. Ia mendorong inovasi pembelajaran, penguatan link and match dengan dunia industri, serta peningkatan kualitas lulusan agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Baginya, SMK bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang menyiapkan masa depan generasi muda.

Perjalanan Dr. Syamsul Mardan mencerminkan bahwa pengabdian tidak selalu ditempuh melalui jalur lurus. Dari nagari, ruang kelas, hingga memimpin sekolah besar, ia membuktikan bahwa konsistensi, ketekunan, dan kesiapan menghadapi tantangan adalah kunci. Jejak langkahnya menjadi cermin bahwa dunia pendidikan membutuhkan pemimpin yang berpengalaman, berani berubah, dan tetap membumi.(**)

No comments