Anggota DPRD Sumbar Sri Kumala Dewi Fokus Pemberdayaan SDM dan UMKM Berbasis Kerakyatan
Padang, Lamosai.com– Anggota Komisi V DPRD Propinsi Sumatera Barat dari Partai PDI Perjuangan Sri Kumala Dewi, S. Pd.I Dapil 8 (Pessel - Mentawai) saat ini concern pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peningkatan ekonomi UMKM melalui ekonomi kerakyatan.
"Sesuai arah kebijakan yang saya usung sejak awal, fokus saya adalah pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan disabilitas serta peningkatan ekonomi bersasis kerakyatan,” tegas Sri Kumala Dewi, S.Pd.I yang akrab disapa SKD ini.
Pernyataan ini ia sampaikan menanggapi dinamika pembangunan di Pesisir Selatan, termasuk pembahasan mengenai pelestarian budaya seperti Jembatan Akar. Menurutnya, meski peduli terhadap aset budaya, perannya sebagai legislatif lebih difokuskan pada tiga sektor prioritas tersebut, pungkas Politisi perempuan muda Pessel ini.
Bukti konkretnya, Sri Kumala aktif menggandeng PKK dan kelompok ibu-iba untuk pelatihan praktis, seperti menjahit. Ia tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga membantu memasarkan hasil kerajinan melalui jaringan partai.
InsyaAllah lanjut Dewi, kami sudah koordinasi dengan DPP dan nanti kita akan bantu ibu-ibu apalagi pasca bencana ini dengan memberikan alat berupa mesin jahit.
“Kalau mereka sudah menghasilkan produk, kami bantu carikan pangsa pasarnya. Ini agar ada nilai ekonomi yang langsung masuk ke keluarga,” ulas Dewi yang juga Ketua DPC Partai PDI Perjuangan Pesisir Selatan kepada media ini, Rabu (14/1/2026) di ruang kerjanya lantai 6.
Nah, setelah mereka dilatih ketrampilan menjahit, kemudian berikan alat/mesin jahitnya plus kita bantu share pangsa pasarnya. Artinya, bagi mereka yang mau untuk menambah ekonomi rumah tangganya, beber Dewi.
Tidak hanya, pemberdayaan SDM dan peningkatan UMKM lanjut Dewi, kita juga tetap perjuangankan pendidikan, pariwisata dan kebudayaan.
Soal isu pelestarian budaya, Sri Kumala menjelaskan peran DPRD. “Kami mendukung penuh melalui fungsi penganggaran dan pengawasan. Untuk Jembatan Akar misalnya, harus ada anggaran terencana untuk antisipasi kerusakan. Namun, teknis pelaksanaannya tetap di dinas terkait,” jelasnya.
" InsyaAllah untuk recovery pelestarian jembatan Akar sudah kita upayakan. Nanti, kita akan komunikasikan dengan dinas terkait, agar ICON mendunia ini tak hilang begitu saja," imbuh Anggota DPRD Pessel dua periode ini.
Ia menargetkan program pemberdayaan ini berjalan konsisten hingga 2027, dengan tujuan menciptakan kemandirian ekonomi bagi kelompok rentan. Selain pelatihan, sosialisasi Perda Kesejahteraan Sosial juga digencarkan agar masyarakat memahami haknya mendapat bantuan.
“Kami bergerak bersama dan berkolaborasi dengan pusat, tidak sendiri. Tugas kami adalah menjalankan amanah rakyat, untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, sesuai perintah partai,” tutup Sri Kumala Dewi yang akrab di sapa SKD ini mengakhiri pembicaraan. (Hr1)

No comments