Gelar Mukerkot 2025 PMI Kota Padang, Zulhardi; Momen Perkuat Inovasi dan Kesiapsiagaan Bencana
Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z. Latif, SH, MH mengungkapkan bahwa Mukerkot sejatinya direncanakan pada 13–14 Desember 2025. Namun, kegiatan tersebut ditunda karena bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang. Arie St Malin Mudo
Padang, Lamosai.com- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang menggelar Musyawarah Kerja Kota (Mukerkot) Tahun 2025 selama dua hari, Sabtu–Minggu (27–28 Desember 2025), bertempat di Hotel Mariani Internasional, Jalan Bundo Kandung No. 35, Kota Padang dan dihadiri sebanyak 11 Kecamatan dan KSR.
Mukerkot PMI Kota Padang 2025 dibuka Kepala Dinas Kesehatan, dr Sri Kurnia Yati mewakili Walikota Padang dan dihadiri Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Aristo Munandar, Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z. Latif, jajaran pengurus PMI Kota Padang, Ketua PMI Kecamatan se-Kota Padang, serta Ketua KSR Markas dan KSR Perguruan Tinggi.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr. Srikurnia Yati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh relawan PMI Kota Padang yang telah membantu Pemerintah Kota Padang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana banjir bandang.
“Alhamdulillah, masyarakat Kota Padang mendapatkan pelayanan yang cepat dan tepat. Salah satunya pelayanan air bersih. Akibat terputusnya aliran PDAM, penyakit ISPA dan penyakit kulit sempat meningkat, dan PMI hadir membantu masyarakat,” ujarnya, Sabtu (27/12/2025).
Ia juga menyampaikan bahwa jika terdapat kantor PMI Kecamatan yang mengalami kerusakan akibat bencana, agar segera dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Padang untuk direhabilitasi dan direkonstruksi pascabencana.
Selain itu, dr. Srikurnia mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan Kota Padang telah menganggarkan dana sebesar Rp1 miliar untuk mendukung program dan kegiatan PMI Kota Padang tahun 2026.
“Semoga anggaran ini bisa terealisasi, selama tidak terjadi pemotongan dari pemerintah pusat,” tambahnya.
Ia berharap melalui Mukerkot ini, PMI Kota Padang dapat melahirkan inovasi-inovasi baru serta membentuk sumber daya manusia yang tangguh dalam menghadapi bencana di tahun 2026, sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Aristo Munandar
menekankan pentingnya profesionalisme relawan dengan terus meningkatkan kapasitas, mengingat Sumatera Barat merupakan daerah rawan bencana. Ia juga berharap PMI Kota Padang memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, BPBD, Basarnas, Dinas Sosial, dan Damkar.
Selain itu, ia mendorong peningkatan orientasi program, kualitas dan kuantitas kegiatan, serta pemberian sistem reward yang pantas bagi relawan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z. Latif, SH, MH mengungkapkan bahwa Mukerkot sejatinya direncanakan pada 13–14 Desember 2025. Namun, kegiatan tersebut ditunda karena bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang.
“Kita menunda kegiatan karena banyak warga yang sedang berduka akibat bencana. PMI memilih fokus membantu masyarakat terlebih dahulu,” jelasnya.
Zulhardi menambahkan bahwa hingga saat ini relawan PMI Kota Padang masih aktif di lapangan, membersihkan lumpur yang menutupi jalan dan rumah warga di kawasan Brandon, serta terus mendistribusikan air bersih sebanyak lima tangki per hari, masing-masing berkapasitas 5.000 liter dengan tiga kali trip, hingga aliran PDAM kembali normal.
Ia juga menegaskan bahwa Mukerkot merupakan amanat AD/ART PMI, di mana rapat kerja wajib dilaksanakan minimal satu kali dalam setahun.
“Melalui Mukerkot ini, kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik serta memberikan masukan dan usulan demi kemajuan PMI Kota Padang ke depan,” pungkasnya.
Terakhir, kata Buya Zulhardi Z Latif, Dalam rangka hari Relawan nasional 26 Desember, PMI kota Padang memberikan penghargaan kepada 17 institusi, karna telah berpastisipasi dalam tanggap darurat bencana se kota Padang selama banjir bandang dan longsor.
" PMI Padang hadir setiap kebencanaan, datang paling awal, pulang paling, bahkan jarang pulang demi kemanusiaan," ujar Buya Zulhardi Z Latif.(Hr1/Nld)



No comments