Breaking News

Tradisi Serak Gulo, KadisPAR Yudi; Merawat Toleransi Satukan Keberagaman dalam Harmoni Budaya

Tradisi "Serak Gulo" bakal digelar hari ini di Masjid Muhammadan, Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sabtu (22/11/2025). Diketahui, tradisi Serak Gulo diadakan oleh masyarakat muslim keturunan India yang ada di Kota Padang, merajut keberagaman dalam bingkaian adat dan budaya. Foto Dok Ist/Arie St Malin Mudo


Padang, Lamosai.com -Puncak perayaan Tradisi Serak Gulo yang berlangsung di halaman Masjid Muhammadan, Pasagadang, Padang Selatan, Kota Padang, Sabtu (22/11/2025) sore, meski di guyur hujan lebat tetap  berlangsung meriah diikuti ribuan warga.

Tradisi Serak Gulo Warga Keturunan India di Padang Digelar Hari Ini

Tradisi "Serak Gulo" bakal digelar hari ini di Masjid Muhammadan, Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sabtu (22/11/2025).

Diketahui, tradisi Serak Gulo diadakan oleh masyarakat muslim keturunan India yang ada di Kota Padang.

Tepat pada hari ini (Sabtu/22 s.d 25), tradisi Serak Gulo kembali digelar yang kegiatannya dipusatkan di Masjid Muhammadan.

Lokasi pelaksanaan Serak Gulo atau membagikan gula ini berada di kawasan Kota Tua Kota Padang, yang ada di kawasan Batang Arau dan dekat dengan Pelabuhan Muara.

5 Ton Gula Berhasil Dikumpulkan,

Dua hari menjelang perayaan tradisi "Serak Gulo" di Masjid Muhammadan, Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat, total gula yang terkumpul mencapai 5 ton.

Tradisi Serak Gulo berlangsung dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, menandai 1 Jumadil Akhir 1447 Hijriah.Serak Gulo, yang berarti “tebar gula”, merupakan ritual tahunan sarat makna, melibatkan penyebaran bungkusan gula dari atas masjid sebagai simbol syukur, keberkahan, dan persaudaraan antar-warga.

Tradisi ini diyakini berakar dari India Selatan dan menjadi penghormatan kepada ulama Sahul Hamid, yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Padang.

Sejak 2023, Serak Gulo ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dan sudah menjadi iven wisata di Kota Padang.

Prosesi inti dimulai dengan menaikkan karung-karung berisi empat ton gula pasir ke atap masjid.

Setelah doa bersama tokoh agama, gula dibagikan kepada warga yang antusias, meski diguyur hujan lebat.

Panitia bekerja ekstra untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara.Acara didukung Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan sebagian dana dari Pokir DPRD Sumbar.

Sejumlah tokoh hadir, antara lain Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Anggota DPD RI Abu Bakar Jamalia, serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi dan Kota.

Ketua Panitia, Faisal Gaus, mengingatkan warga agar menjaga ketertiban. Wakil Wali Kota Maigus Nasir menegaskan tradisi Serak Gulo akan terus dipertahankan dan kawasan ini dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani menyebut acara ini sebagai modal sosial penting yang memperkuat silaturahmi masyarakat dan sudah menjadi kalender wisata.

" Kita ingin menegaskan bahwa perbedaan itu bukan alasan untuk berjarak, tetapi alasan untuk bersatu. Harmoni itu tidak jatuh dari langit, tapi harus kita bangun dengan kesadaran, toleransi, dan saling menghormati,” ujar Yudi.

Ia menambahkan, kegiatan Serak Gulo ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga wadah edukasi sosial. Di dalamnya, masyarakat bisa saling mengenal tradisi dan budaya dari berbagai kalangan di Ranah Minang.(**)

No comments