Padang, Lamosai.com — Tren kendaraan listrik terus menunjukkan peningkatan, namun menariknya, faktor harga bukan lagi satu-satunya pertimbangan utama.
Di kalangan perempuan, justru desain atau tampilan (style) menjadi daya tarik paling kuat dalam memilih motor listrik.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya minat terhadap motor listrik bergaya modern dan retro yang tampil stylish, compact, serta mudah dikendarai. Desain yang “eye catching” dinilai mampu merepresentasikan karakter penggunanya, terutama bagi perempuan aktif yang ingin tampil praktis namun tetap fashionable.
Sejumlah produk dari PT Indomobil Emotor Internasional (IEI) seperti Adora, Sprinto, hingga Tyranno hadir dengan pendekatan desain yang lebih segar dan berbeda. Tidak hanya menonjolkan efisiensi energi, motor-motor ini juga mengusung konsep estetika ala Eropa dengan pilihan warna yang menarik dan bentuk bodi yang ramping.
Pengamat otomotif menyebutkan, perempuan cenderung mempertimbangkan aspek kenyamanan, kemudahan penggunaan, serta tampilan visual saat memilih kendaraan.
Posisi duduk yang ergonomis, bobot ringan, serta fitur simpel menjadi nilai tambah yang tidak kalah penting.
“Motor listrik sekarang bukan sekadar alat transportasi, tapi juga bagian dari gaya hidup. Desain yang cantik dan unik menjadi alasan kuat bagi perempuan untuk membeli,” ujar salah satu pengamat otomotif.
Selain itu, keunggulan motor listrik yang ramah lingkungan dan minim suara juga menjadi faktor pendukung. Perempuan, khususnya di perkotaan, mulai sadar akan pentingnya kendaraan yang praktis, hemat, dan tetap stylish.
Dengan jarak tempuh berkisar 70 hingga 135 kilometer, motor listrik modern kini mampu memenuhi kebutuhan mobilitas harian tanpa mengorbankan penampilan.
Hal ini menjadikan motor listrik semakin relevan sebagai pilihan utama, bukan sekadar alternatif.
Ke depan, produsen diprediksi akan semakin fokus menghadirkan desain yang lebih variatif dan personal, seiring meningkatnya permintaan dari segmen perempuan yang mengedepankan gaya sekaligus fungsi. (Jaspin Lumbantoruan)
