Breaking News

Sampah jadi Ekonomi Kreatif, ASOBSI Padang Hadirkan Produk Handmade di Bazar

Eko Muhardi salah seorang panitia ABSOSI Kota Padang menjelaskan produk-produk olahan tangan dari bahan sampah menjadi barang berjual tinggi. Dok. Istimewa


Padang, Lamosai.com- Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ABSOSI) Kota Padang bakal mengadakan pameran ekonomi kreatif. Ya, barang bekas atau rongsokan oleh sebagian orang dianggap sampah. Akan tetapi, di tangan pelaku ekonomi kreatif sampah itu bisa menjelma dan disulap menjadi barang bernilai ekonomi. 

Bagusnya, dalam waktu dekat hasil kerajinan ekonomi kreatif berbahan baku sampah tersebut bakal ditampilkan dalam sebuah pameran yang diinisiasi Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) Kota Padang.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Kota Padang, Andi Amir, SH, MH menyambut positif inisiatif ASOBSI tersebut. Menurutnya, pameran itu merupakan bentuk sinkronisasi dan kolaborasi pengembangan ekonomi kreatif sub sektor kriya.

"Kami menyambut positif ASOBSI yang akan mengadakan pameran  hasil kerajinan berbahan baku sampah. Ini suatu bentuk kolaborasi dan sinkronisasi pengembangan ekonomi kreatif, khususnya sub kriya," kata Andi Amir saat menerima utusan ASOBSI di ruangannya, hari ini.

Andi Amir mengungkapkan, melalui pameran itu dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait memanfaatkan barang bekas. Mengurangi timbunan sampah bukan dengan cara yang salah, tetapi dengan sentuhan kreatifitas sampah itu bisa menjadi produk ekraf, seperti keranjang, ukiran kayu bekas, tas, dompet dan lain - lain.

"Memanfaatkan sampah dengan sentuhan kreatifitas akan menghasilkan karya ekonomi kreatif seperti tas, dompet dan keranjang," ujarnya.

Dia menambahkan, ekonomi  kreatif  merupakan  salah  satu  alternatif yang    diyakini dapat  mendongkrak pertumbuhan ekonomi dimana  masyarakat  menjadi  pelaku utama. Ide–ide  baru  yang  diberikan  kepada  produk lama  maupun  memunculkan  produk  baru  merupakan landasan utama munculnya ekonomi kreatif. 

Sedangkan, pengolahan sampah dengan program  bank  sampah menjadi inovasi  di  tingkat akar rumput. Hal itu dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dengan pengolahan sampah menjadi produk ekonomi kreatif, ujar Andi.

"Masyarakat yang diedukasi akan  menjadi modal pertama untuk timbulnya ekonomi kreatif," kata pejabat yang pernah bertugas sebagai Lurah Gunung Pangilun dan Kelurahan Rawang itu.

Melalui bank sampah, lanjut Andi Amir, pihaknya berharap bisa mengedukasi masyarakat tentang pemanfaaat sampah untuk diolah menjadi produk-produk kreatif yang memiliki nilai jual yang tinggi. 

"Dinas Pariwisata akan memberikan pembinaan untuk pemasaran, pengemasan dan peningkatan kualitas hasil," tukasnya.

Adapun, pihak ASOBSI yang diterima di Dinas Pariwista sekaligus bertindak selaku panitia acara pameran yang akan diadakan. Panitia itu meminta masukan dan saran tentang pelaksanaan pameran yang tentunya juga akan melibatkan beberapa dinas terkait lainnya.

"Pameran hasil kerajinan berbahan baku sampah atau barang bekas ini diadakan dalam rangka memeriahkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatannya dikaitkan dengan pariwisata dan ekonomi kreatif serta kebersihan lingkungan," ujar Eko Muhardi salah satu panitia.

Menurut Eko, pameran sekaligus bazar yang dihelat ASOBSI Kota Padang merupakan yang pertama. Ke depan kegiatan serupa akan selalu diagendakan pada momen - momen tertentu.

"Kami berharap Pemko Padang bisa meminjamkan beberapa fasilitas yang dibutuhkan, seperti tempat dan properti lainnya," harap pria yang mudah senyum ini.

Eko juga didampingi tiga orang aktifis Bank Sampah lainnya.  Selain ke Dinas Pariwisata, pihak ASOBSI juga mengagendakan pertemuan dengan Wali Kota Padang Hendri Septa untuk melakukan audiensi. (rel)

No comments