Padang, Lamosai.com — Semangat persaudaraan dan kekompakan perantau kembali menggema dalam pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) Koto Lalang Luki yang berlangsung penuh kehangatan dan nuansa kekeluargaan.
Kegiatan yang dihadiri Ketua DPD PKPS Kota Padang Syahrial Nadir, tokoh masyarakat, niniak mamak, cadiak pandai, bundo kanduang hingga generasi muda perantau itu menjadi momentum memperkuat sinergi serta mempererat tali silaturahmi antar warga Koto Lalang Luki di rantau, Senin (25/5/2026).
Ketua DPW PKPS Sumbar, Budi Syukur dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi perantau tidak hanya menjadi wadah berkumpul, namun juga rumah besar untuk saling menguatkan dalam berbagai bidang sosial, budaya hingga pembangunan kampung halaman.
“PKPS harus menjadi perekat persaudaraan. Dari rantau kita bangun kekompakan, saling membantu dan menghadirkan manfaat, baik bagi sesama perantau maupun untuk kampung halaman,” ujar Budi Syukur yang juga turut di dampingi Bendahara DPW Afrizal Cai.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai adat, budaya dan rasa kebersamaan di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
“Jangan sampai hubungan kekeluargaan memudar. Perantau Minang dikenal kuat karena solidaritasnya. Itu yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda,” tambahnya.
Pelantikan berlangsung khidmat namun penuh keakraban. Suasana semakin hangat ketika para tokoh dan undangan tampak larut dalam dialog santai membahas kemajuan organisasi dan kontribusi nyata perantau terhadap daerah asal.
Budi Syukur berharap kepengurusan baru mampu membawa energi baru bagi organisasi, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara ranah dan rantau.
“Organisasi ini jangan hanya hidup saat acara seremonial. Harus aktif melahirkan program sosial, pemberdayaan ekonomi dan kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, pengurus DPRt PKPS Koto Lalang Luki yang baru dilantik menyatakan komitmennya untuk menjaga amanah organisasi serta memperkuat kebersamaan antar anggota.
Dengan semangat “sakik samo diraso, ringan samo dijinjiang”, pelantikan tersebut menjadi simbol kokohnya persatuan perantau Minang yang terus menjaga akar budaya dan nilai kekeluargaan meski berada jauh dari kampung halaman.(Hr1)
