Payakumbuh, Lamosai.com — Respons cepat ditunjukkan Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat dalam memastikan konektivitas wilayah tetap terjaga. Sabtu (2/5/2026).
Kepala Dinas BMCKTR, Armizoprades, ST, MT, turun langsung memimpin monitoring ke sejumlah ruas strategis, dengan fokus utama pada jalur Batas Payakumbuh – Suliki – Koto Tinggi.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya konkret membaca kondisi lapangan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi di akhir 2025. Dari hasil peninjauan, sejumlah titik mengalami kerusakan berat akibat penurunan tanah yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan serta memperlambat distribusi logistik antarwilayah.
“Monitoring ini penting untuk memastikan penanganan dilakukan tepat sasaran dan berbasis kondisi riil di lapangan,” ujar Armizoprades.
Tak berhenti di satu ruas, tim juga bergerak ke jalur Batas Batusangkar – Guguk Cino (P.037) dan Guguk Cino – Sitangkai (P.039) yang tengah dalam proses perbaikan. Sementara itu, ruas Baso – Batusangkar (P.036) turut menjadi perhatian, dengan rencana rehabilitasi yang akan segera digulirkan dalam waktu dekat.
Gerak simultan ini menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin kehilangan momentum dalam memulihkan infrastruktur, terutama di kawasan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
Pemulihan jalan bukan hanya soal memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga menjaga denyut ekonomi tetap hidup. Akses yang kembali mantap akan mempercepat arus barang dan jasa, memangkas biaya logistik, serta membuka kembali ruang aktivitas warga yang sempat terhambat.
Dengan langkah cepat dan terukur ini, BMCKTR Sumbar mengirim pesan tegas: infrastruktur harus pulih, konektivitas tidak boleh terputus, dan ekonomi masyarakat harus terus bergerak.(Hr1)

