Padang, Lamosai.com – Komitmen menjaga kualitas infrastruktur jalan nasional mulus dan nyaman dilalui kembali ditunjukkan oleh PPK 2.4 BPJN Sumatera Barat. Menyikapi keluhan masyarakat terkait kondisi drainase di ruas jalan Kambang–Indrapura–Tapan–Batas Jambi serta Tapan–Batas Bengkulu, tim langsung bergerak cepat melakukan pembenahan di sejumlah titik.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 BPJN Sumbar, Gina Lamria Indrianti, menyampaikan bahwa pihaknya secara rutin melakukan upaya pemeliharaan, termasuk pembersihan saluran drainase guna memastikan fungsi jalan tetap optimal
“Pembersihan drainase sebenarnya telah kami lakukan sekitar satu bulan sebelum Lebaran. Namun, pertumbuhan rumput liar yang cukup cepat menjadi kendala di lapangan, sehingga perlu penanganan berkelanjutan,” ujar Gina menjelaskan, Selasa (14/5/2026) ke media ini.
Ia menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam. Sebagai langkah konkret, PPK 2.4 telah merencanakan pembangunan drainase baru sepanjang 500 meter pada titik-titik yang mengalami permasalahan serius.
Menurut Gina, kondisi saluran lama di lokasi tersebut telah mengalami sedimentasi cukup tinggi, sehingga tidak lagi mampu menampung debit air secara maksimal, terutama saat curah hujan meningkat.
Hal ini berpotensi menimbulkan genangan yang berdampak pada kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
“Untuk itu, kami telah memprogramkan pembangunan drainase baru sebagai bagian dari kegiatan preservasi jalan. Ini penting agar sistem aliran air kembali berfungsi optimal dan mendukung ketahanan jalan dalam jangka panjang,” jelas Gina.
Langkah cepat ini pun mendapat respons positif dari masyarakat, yang berharap upaya pembenahan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.
Dengan adanya penanganan yang terencana dan responsif, diharapkan ruas jalan Kambang–Indrapura–Tapan hingga perbatasan provinsi tetap terjaga kualitasnya serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.
Upaya ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintah melalui BPJN II, PPK 2.4 Sumbar terus hadir dalam memastikan infrastruktur jalan nasional tidak hanya layak dilalui, tetapi juga adaptif terhadap berbagai tantangan kondisi alam di wilayah Sumatera Barat.(Hr1)
