Sosok nama Zulhendri Ismed menggema di Muscab PKB se Sumbar. Ya, Pasalnya ia ditetapkan sebagai salah satu calon dari lima calon Ketua DPC PKB Kota Padang periode 2026-2031. Ia siap mengakomodir aspirasi kader. Noa/Arie St Malin Mudo
Padang, Lamosai.com-- Sosok nama Zulhendri Ismed menggema di Muscab PKB se Sumbar. Ya, Pasalnya ia ditetapkan sebagai salah satu calon dari lima calon Ketua DPC PKB Kota Padang periode 2026-2031.
Dikatakan Zulhendri Ismed, ini sebuah amanah dari kawan-kawan dan amanah ini mesti kami jaga dengan baik. Meskipun, secara pribadi tak ada niat kami mencalonkan diri.
"Saya tak pernah mencalonkan diri tapi dicalonkan oleh kawan-kawan dalam muscab. Untuk itu, saya akan jaga kepercayaan ini dengan sebaik-baiknya," ungkapnya usai Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di salah satu hotel Kota Padang, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, sistem pemilihan ketua semi tertutup yang diberlakukan DPP PKB ini membuat dirinya merasa tertantang untuk membuktikan kemampuan dirinya dalam memimpin partai yang dilahirkan kaum Nahdliyin tersebut.
"Insya Allah, jika nanti saya ditunjuk memimpin PKB Kota Padang ini, saya akan akomodir aspirasi kader tanpa membeda-bedakan status sosialnya. Saya akan berusaha membawa PKB menjadi lebih baik lagi di Pemilu mendatang," ucap Ketua Badupari Kota Padang itu optimis.
Ia menilai, selama ini banyak potensi kader PKB yang belum diberdayakan secara maksimal. Sehingga gaung PKB belum begitu terasa ke masyarakat.
"Contohnya, saat Kota Padang dilanda musibah banjir bandang akhir tahun 2025 lalu, DPC PKB Kota Padang terkesan lambat merespon persoalan itu. Nah, inilah yang akan kita perbaiki ke depan," ulasnya.
"Memang, kalau atas nama pribadi sudah ada yang bergerak. Tapi atas nama PKB Kota Padang kita masih kalah dari partai lain," sambungnya dengan nada prihatin.
Oleh sebab itu, lanjut Ketua Perguruan Singo Barantai tersebut, agar PKB Kota Padang bisa lebih maju dan berkembang lagi ke depan, maka solusinya terletak pada sosok figur seorang ketua partai.
"Kalau seorang ketua partai pandai merangkul kawan-kawan dan menempatkannya di posisi sesuai kompetensinya maka roda organisasi partai pasti akan jalan. Tapi kalau dikelola oleh beberapa orang saja tentu partai tersebut akan jalan di tempat," tegas Zulhendri mengakhiri. (Noa/Hr1)
