Breaking News

Mogok Kerja, Surya Jufri Desak Pemko Padang Segera Berikan Hak Sopir dan Karyawan Trans Padang

Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Demokrat Surya Jufri Bitel, S. Sos, MM yang juga Ketua Organda Kota Padang, mendesak Pemko ataupun pihak yang berkompeten segera melunasi tunggakan gaji sopir dan karyawan Bus Trans Padang koridor 2, Arie St Malin Mudo


Padang, Lamosai.com- Akibat belum dibayarkannya gaji Sopir dan Karyawan Bus Trans Padang Jurusan Pasar Raya-Bungus Teluk Kabung (Kooridor 2) selama 3 bulan oleh Pemko dan PSM, mengakibatkan mogok kerja dilakukan, Selasa (30/12/2025).

Seperti pantauan media ini dilapangan, armada Bus Trans Padang terlihat tidak beroperasional seperti biasanya dan berkumpul di Pool Koridor 2 Bus Trans Padang yang terletak di Bungus Teluk Kabung. 

Menurut informasi yang didapat, tidak beroperasionalnya angkutan massal milik Pemko Padang ini disebabkan supir dan karyawan Trans Padang tidak menerima gaji selama 3 bulan. 

Melihat kondisi tersebut, Anggota DPRD Padang dari Fraksi Partai Demokrat Surya Jufri Bitel, S. Sos, MM mengatakan, kami mendesak pemko Padang melalui PT. Padang Mandiri Sejahtera (PSM) atau pihak operator sesegera mungkin mencarikan solusi terhadap persoalan ini.

" Jika persoalan gaji sopir dan karyawan belum dibayarkan. Maka, kami meminta dan mendesak Pemko ataupun pihak yang berkompeten dalam hal ini PSM dan Operasional untuk segera dibayarkan, ada hak mereka disana," tegas Bitel sapaan akrab Surya Jufri.

Ketua Organda Padang ini melanjutkan, transportasi ini urat nadi ekonomi, juga menyangkut hajat hidup orang banyak dan ini segera diatasi agar mereka bisa kembali beroperasi, pintanya.

Selanjutnya, kami juga menyarankan kepada pihak sopir dan karyawan tunaikan kewajiban sebaik mungkin. Berikan pelayanan maksimal selama beroperasi.

" InsyaAllah, semua persoalan bisa diselesaikan. Tidak ada kusut nan tak terselesaikan," imbuh Ketua Fraksi Demokrat ini.

Seorang sopir Bus Trans Padang Koridor 2 yang namanya enggan disebutkan mengatakan gajinya belum dibayarkan sejak bulan Oktober sampai Desember 2025. 

Ia hanya diberikan pinjaman sebanyak 2 juta pada bulan Oktober. Kemudian gaji untuk bulan November dan Desember 2025 belum diterima sampai saat ini.

“Kami diminta profesional dalam menjalankan tugas, tapi hak kami diabaikan,” ujar seorang sopir yang minta namanya tidak disebutkan.(30/12)

Saat yang sama, Direktur Utama PT Bungus Teluk Kabung, Ajeng menjelaskan kepada wartawan bahwa mereka para sopir meminta untuk dibayarkan gajinya, setelah itu baru mereka bekerja kembali, ujarnya.

Heru, calon penumpang Bus Trans Padang koridor 2 yang di jumpai di halte mengaku kecewa dan tidak mengetahui sebelumnya akan terjadi aksi mogok ini. 

"Saya sudah dari jam 06.30 wib pagi menunggu angkutan Bus Trans Padang ini, tapi tidak kunjung datang juga, bisa-bisa terlambat saya masuk kerja" kata Heru kepada awak media.

Hal senada juga dikeluhkan seorang pegawai Kecamatan amat Teluk Kabung yang sudah terbiasa menggunakan Bus Trans Padang sebagai transportasi pergi dan pulangnya ke kantor Kecamatan. 

Ia mengaku tidak mendapatkan informasi akan adanya aksi mogok kerja yang menyebabkan dia terlambat masuk kantor dikarenakan terlanjur lama menunggu Bus Trans Padang di halte. 

Selanjutnya pihak media melakukan konfirmasi melalui whatsapp kepada Kadis Perhubungan Kota Padang, mengatakan, hari ini pihak PSM sudah mengadakan pertemuan dengan operator.

" Kita sangat berharap ini sesegera dapat diselesaikan," pinta Ances.

Pihak media melanjutkan konfirmasi kepada Perumda Kota Padang, Direktur Utama PT. Padang Sejahtera Mandiri (PSM) yang juga tidak memberikan merespon sama sekali. (Hr1)


No comments