Breaking News

Bangkitkan Semangat Generasi Muda, Esneti; Dayung Palinggam Tradisional Ajang Lahirkan Atlet Dayung Padang

Ketua Panitia Dayung Palinggam Tradisional Esneti, S. Pd, MM yang juga Ketua PODSI Sumatera Barat mengatakan ini ajang melatih dan melahirkan atlet dayung yang handal Kota Padang, sekaligus persiapan kematangan PorKot 2026 mendatang. Arie St Malin Mudo


Padang, Lamosai.com- Dalam rangka persiapan Pekan olahraga Kota (Porkot) dan Pekan olahraga propinsi (Porprov) tahun 2026. Ketua Persatuan Olahraga Dayu Seluruh Indonesia (PODSI) Sumatera Barat, Esneti, S. Pd, MM.

Sorak-sorai bergemuruh bak deburan laut di bibir Sungai Batang Arau, Seberang Palinggam dimulai dari hari Sabtu hingga Minggu ini, (28/12/2025) warga menyaksikan para generasi muda memainkan dayung sampannya.

Dikatakan Esneti, S. Pd, MM yang juha Ketua Panitia, alhamdulillah saat pembukaan acara Dayung Tradisional Palinggam ini dibuka secara langsung oleh Erianto Mahmuda yang juga Ketua KONI Kota Padang.

Masih kata Esneti, suasana tersebut menyemarakkan Kejuaraan Dayung Tradisional U21 yang digelar oleh Pengurus Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Padang. Antusiasme publik terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati pinggiran sungai hingga Jembatan Gantung, menyaksikan langsung geliat bakat-bakat muda dayung.

" Dengan semangat sportivitas tinggi dan bakat muda yang mulai bersinar, Kejuaraan Dayung Tradisional U21 ini tidak sekadar menjadi perlombaan. Ajang ini merupakan fondasi kuat untuk menyongsong masa depan olahraga dayung Kota Padang yang lebih baik menuju PorKot dan PorProv juga di kancah nasional nantinya," pungkas Esneti.

Ajang yang diikuti 16 tim dari berbagai kelurahan dan klub ini menampilkan dua nomor pertandingan, yaitu U21 Putra dan U21 Mix. Dengan sistem empat pool, pertandingan berlangsung ketat dan penuh semangat sejak awal.

"Tujuannya adalah menjaring atlet baru yang potensial untuk dibina, agar nantinya bisa menjadi atlet persiapan Pekan olahraga Kota dan Pekan olahraga Propinsi tahun 2026 mendatang, " ujarnya. 

Tim-tim yang berkompetisi berasal dari Kota Padang dan klub dayung se-Kota Padang, seperti Palinggam, Pakalangan, Papayan, Berok, Kampung Batu, Putra Kambat, Putra Ular Laut, Porpen, Amora, CPM, Generasi Biru, Dea Saudara dan Putra Dayung Palinggam (PDP), terang Esneti.

Esneti menegaskan bahwa pembinaan atlet muda telah berjalan melalui klub-klub dayung yang ada. "Pembinaan langsung dilaksanakan oleh klub-klub di dayung Kota Padang. Event seperti ini sangat bermanfaat untuk evaluasi dan pengembangan ke depannya," papar Kepsek SMK Dhuafa Nusantara Padang ini.

Ia melanjutkan, selain suguhan olahraga, juga kegiatan ini mampu memberikan kontribusi bagi pelaku usaha kecil diarea acara. Buktinya, tingginya animo dan antusiame masyarakat juga terlihat dari ramainya pengunjung dan pedadang kaki lima di bantaran sungai.

Para pemenang yang meraih peringkat 1, 2, dan 3 akan mendapat hadiah berupa piagam, piala dari Ketua KONI Padang dan uang pembinaan.

Festifal Dayung Tradisional Dayung Palinggam mendapatkan pujian oleh Ketua KONI Kota Padang.

Dalam sambutannya, Erianto Ketua KONI Padang menyampaikan apresiasi kepada PODSI Kota Padang atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Menurutnya, lomba dayung sampan bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga sarana memperkuat kekompakan, strategi, serta sportivitas para atlet dan masyarakat.

“Lomba dayung sampan ini memiliki nilai lebih karena mengangkat pelestarian budaya bahari Minangkabau. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mempromosikan kearifan lokal sungai dan pariwisata Kota Padang,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Padang ini.

Erianto menambahkan, festival olahraga berbasis budaya seperti ini mampu menjadi wadah kebersamaan warga, sekaligus mendorong minat generasi muda untuk mencintai olahraga dayung dan menjaga tradisi lokal.

Terakhir kata Erianto, selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat citra Batang Arau sebagai salah satu destinasi wisata dan olahraga air unggulan di Kota Padang.(Hr1)

No comments