Peringatan Hari Guru Nasional, Kadisdik Sumbar Habibul; Momen untuk Bertransformasi Digitalisasi
Sumatera Barat, Lamosai.com- Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2025 menjadi momen penting untuk memberikan penghormatan kepada para tenaga pendidik yang telah berperan besar dalam membentuk karakter, mencerdaskan anak bangsa dan masa depan generasi muda.
Momen spesial tersebut setiap tanggal 25 November, Hari Guru Nasional diperingati se Republik ini.
Habibul Fuadi, S. Pd, M. Si Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Barat mengatakan, setiap tanggal 25 November Indonesia memperingati Hari Guru Nasional (HGN) sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, Hari Guru Nasional tahun 2025 memiliki makna yang semakin mendalam, terangnya, Senin (24/11/2025) via whattap.
Masih kata Kadisdik, Dunia pendidikan terus berubah, teknologi berkembang pesat, dan kebutuhan kompetensi abad 21 semakin menuntut guru untuk adaptif, kreatif, serta inovatif. Di sisi lain, tantangan yang dihadapi guru Indonesia juga semakin kompleks.
" Hari Guru Nasional 2025 menjadi momentum refleksi baik bagi pemerintah, satuan pendidikan, maupun masyarakat untuk menyatukan langkah memperkuat peran strategis guru demi meningkatkan kualitas pendidikan nasional, khususnya Sumatera Barat," ujar Habibul.
Tema Hari Guru Nasional 2025 “Guru Hebat, Pendidikan Kuat, Indonesia Maju”. Tema ini mencerminkan pentingnya peran guru sebagai motor penggerak transformasi pendidikan di era digitalisasi, imbuhnya.
Yang terpenting, lanjut Habibul, transformasi digital yang cepat. Sebab, revolusi digital menuntut guru menguasai teknologi pembelajaran, menggunakan platform digital, hingga memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efektivitas belajar.
" Namun, tidak semua guru memiliki akses dan pelatihan yang memadai. Sehingga kesenjangan digital masih menjadi tantangan besar. Untuk itu, para guru dituntut musti melek informasi teknologi di era digitalisasi," pinta Habibul lagi.
Selanjutnya, masih kata Habibul, tuntutan kompetensi Abad 21 para guru dituntut mengembangkan pembelajaran berbasis kreativitas, kolaborasi, berpikir kritis, dan komunikasi. Hal ini membutuhkan peningkatan kapasitas yang berkelanjutan.
" Tantangan sosial dan literasi peserta didik perubahan sosial dan budaya digital mempengaruhi karakter dan perilaku siswa. Nah, disini Guru harus mampu menjadi pembimbing tidak hanya dalam akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter, literasi digital, dan etika bermedia sosial," pinta Kadisdik Habibul.
Untuk itu, kita memiliki harapan untuk Guru Indonesia di masa depan penguatan kapasitas dan pelatihan berkelanjutan, pemerintah dan sekolah diharapkan terus menghadirkan pelatihan yang relevan, tidak hanya teoritis. Tetapi juga praktis, agar guru mampu beradaptasi dengan teknologi dan pedagogi modern.
Disamping itu, penguatan peran Guru sebagai pembentukan karakter diharapkan tetap menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan kebangsaan. Peran ini tak tergantikan oleh teknologi apa pun, tegas Habibul penuh makna.
" Juga tak kalah penting ialah penghargaan masyarakat terhadap profesi guru menjadi kunci keberhasilan pendidikan. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dan saling support. pintanya.(Hr1)

No comments