Porprov di Depan Mata, Aprizal Cai, SE Prestasi Bukan Segalanya, Selamatkan Generasi Muda Jadi Prioritas. Arie St Malin MudoPadang, Lamosai.com – Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat semakin dekat. Namun, di tengah persiapan menuju pesta olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut, muncul kabar adanya sejumlah kabupaten/kota yang menyatakan ketidaksanggupan untuk ambil bagian.
Kondisi itu mendapat perhatian serius dari mantan atlet voli legendaris Sumatera Barat, Aprizal Cai, SE. Baginya, Porprov tidak boleh hanya dipandang sebagai arena perebutan medali dan gengsi daerah. Lebih jauh dari itu, kompetisi olahraga memiliki peran strategis dalam membangun karakter sekaligus menyelamatkan generasi muda.
Aprisal menyayangkan apabila semangat daerah untuk mengikuti Porprov justru meredup ketika ajang tersebut sudah berada di depan mata.
Menurutnya, prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Atlet juara dibentuk melalui proses panjang, latihan yang konsisten, kompetisi yang berkelanjutan, serta lingkungan pembinaan yang mampu menjaga semangat mereka untuk terus berkembang.
"Juara itu bukan dilahirkan dari sekarang. Juara itu dibentuk dari rutinitas yang kontinu dilakukan oleh para atlet. Karena itu, jangan melihat olahraga hanya dari hasil akhirnya berupa medali," ujar Aprizal Cai Saat ini Aktiv di MAVI Sumbar (Mantan Atlit Volly Indonesia).
Mantan pemain voli yang pernah menjadi bagian dari perjalanan olahraga Sumatera Barat itu menilai, keberadaan kompetisi seperti Porprov sangat penting bagi kesinambungan pembinaan atlet. Ajang tersebut menjadi ruang bagi atlet untuk menguji kemampuan, mengukur hasil latihan, sekaligus menempa mental bertanding.
Namun, menurut Aprizal Cai juga pernah memperkuat team volly sumbar pada PON 12 beberapa tahun lalu, ada manfaat yang jauh lebih besar dan sering kali luput dari perhatian.
"Banyak hal positif dari pembinaan dan perlombaan. Selain membangkitkan semangat juang, sportivitas dan kebugaran para atlet, olahraga juga menjauhkan mereka dari pengaruh narkoba dan pergaulan yang tidak sehat," tegasnya.
Karena itu, Aprisal berharap pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga, dunia pendidikan, klub, SSB, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga tidak melihat Porprov sebatas agenda empat tahunan untuk mengejar peringkat.
Porprov, katanya, harus menjadi bagian dari investasi jangka panjang terhadap generasi muda Sumatera Barat.
Ia meyakini, ketika anak-anak muda diberikan ruang untuk berlatih, bertanding dan berprestasi, maka energi mereka akan tersalurkan ke arah yang positif. Dari proses itulah bukan hanya atlet berprestasi yang lahir, tetapi juga generasi yang memiliki disiplin, sportivitas, daya juang dan rasa tanggung jawab.
"Kalau hari ini kita bicara prestasi, jangan lupa ada proses panjang di belakangnya. Kalau hari ini kita bicara medali, jangan lupakan berapa banyak generasi muda yang bisa kita selamatkan melalui olahraga," pungkas Aprizal Cai yang juga Sekretaris Perkumpulan Keluarga Perantau Pesisir Selatan (PKPS) Sumbar.
Bagi Aprisal Cai, Porprov bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Porprov adalah tentang bagaimana olahraga tetap hidup, pembinaan terus berjalan, dan generasi muda Sumatera Barat memiliki ruang untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, tangguh dan berprestasi.(Hr1)