Irwan Basir Datuk Rajo Alam, SH, MM Siap Bertarung Pimpin LKAAM Kota Padang, Bawa Niat Pengabdian dan Tegakkan Marwah Adat. Arie St Malin MudoPadang, Lamosai.com – Nama Irwan Basir, SH, MM, Datuk Rajo Alam, bukanlah sosok yang asing di tengah masyarakat Kota Padang. Kiprahnya dalam berbagai kegiatan sosial, kemasyarakatan dan adat membuat figur yang dikenal dengan tagline “Tidak Kemana-mana, Tapi Ada di Mana-mana” ini memiliki kedekatan kuat dengan berbagai lapisan masyarakat.
Kini, Datuk Rajo Alam menyatakan kesiapan untuk maju dalam ajang pemilihan Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang yang dijadwalkan berlangsung pada 16 September 2026.
Langkah tersebut, menurut Irwan Basir, bukan semata-mata untuk mengejar sebuah posisi atau tahta organisasi. Lebih dari itu, terdapat niat pengabdian untuk ikut memperkuat peran lembaga adat sekaligus menjaga marwah adat Minangkabau di tengah perubahan zaman.
Sebagai seorang ninik mamak yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, Irwan Basir ingin LKAAM Kota Padang menjadi rumah besar bagi para ninik mamak dan pemangku adat untuk bersama-sama menjawab berbagai persoalan masyarakat.
“Saya maju bukan karena mengejar jabatan. Ini adalah niat pengabdian. Kalau diberi amanah, saya ingin LKAAM benar-benar hadir di tengah masyarakat dan menjadi tempat bersatunya para ninik mamak dalam menjaga marwah adat,” demikian semangat yang dibawa Irwan Basir.
Menurutnya, persoalan adat hari ini tidak bisa hanya dibicarakan dalam ruang-ruang seremonial. Nilai-nilai adat harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif dan penyakit masyarakat.
Karena itu, salah satu tekad yang dibawanya adalah memperkuat penerapan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dalam kehidupan masyarakat.
Bagi Irwan Basir, ABS-SBK tidak boleh berhenti sebagai slogan atau sekadar lips service. Falsafah tersebut harus menjadi pedoman nyata dalam membangun karakter masyarakat Minangkabau, memperkuat peran keluarga, ninik mamak, alim ulama dan tokoh masyarakat.
Ketua DPD LPM Kota Padang ini juga menegaskan pentingnya keberanian bersama dalam menegakkan amar makruf nahi mungkar, termasuk ikut mengambil peran dalam menghadapi berbagai penyakit masyarakat yang dapat merusak tatanan sosial dan masa depan generasi muda.
“Adat harus punya marwah. ABS-SBK jangan hanya kita ucapkan ketika ada acara adat, tetapi harus kita jalankan dalam kehidupan. Ninik mamak harus hadir, peduli dan ikut menyelesaikan persoalan anak kemenakan,” tegas Ketua Dekopinda Padang ini lagi.
Irwan Basir berpandangan, LKAAM Kota Padang ke depan harus mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian, alim ulama, bundo kanduang, pemuda serta seluruh elemen masyarakat.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar lembaga adat tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan modal pengalaman, jaringan sosial dan kedekatan dengan masyarakat, Irwan Basir Datuk Rajo Alam kini siap membawa gagasan tersebut ke arena pemilihan Ketua LKAAM Kota Padang.
Baginya, jabatan bukanlah tujuan akhir. Amanah, pengabdian dan menjaga marwah adat Minangkabau menjadi alasan utama di balik langkahnya.
“Tidak kemana-mana, tapi ada di mana-mana” pun kini seakan menemukan makna baru: bukan sekadar tagline, melainkan tekad untuk terus hadir ketika masyarakat dan adat membutuhkan.(Hr1)