Padang, Lamosai.com – Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Padang terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak mubaligh yang berkualitas, berwawasan luas, dan mampu menjawab tantangan dakwah di tengah perkembangan zaman. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Mubaligh Muhammadiyah Tingkat Daerah Kota Padang yang diikuti sebanyak 90 orang dai dan ustaz.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 18–19 Juli 2026, di UPT Asrama Haji Kota Padang ini mengusung tema membangun sumber daya mubaligh yang mumpuni, sehingga mampu menjadi penggerak dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat.
Ketua PD Muhammadiyah Kota Padang, H. Al Amin, S.Sos., MM, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia para mubaligh agar tidak hanya memiliki kemampuan menyampaikan ceramah, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan umat.
"Tujuan pelatihan ini agar para mubaligh tidak hanya pandai berdakwah di atas mimbar. Mereka juga harus mampu menguasai kondisi lapangan, memahami dinamika sosial masyarakat, serta mampu memberikan pencerahan sesuai tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah," ujar Al Amin.
Menurutnya, tantangan dakwah saat ini semakin kompleks. Karena itu, seorang mubaligh dituntut memiliki wawasan yang luas, berkomitmen tinggi, mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, serta menghadirkan dakwah yang menyejukkan, mencerahkan, dan memberikan solusi bagi masyarakat.
Pelatihan tersebut juga menjadi wadah untuk memperkuat kompetensi para dai Muhammadiyah agar memiliki kesamaan visi dalam menjalankan misi dakwah persyarikatan, sekaligus memperkokoh ukhuwah antarmubaligh di Kota Padang.
Melalui kegiatan ini, PD Muhammadiyah Kota Padang berharap lahir mubaligh-mubaligh yang profesional, berintegritas, dan mampu menjadi motor penggerak dakwah amar makruf nahi mungkar, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.
" Terakhir, kita akan kasih reward bagi mubaligh terbaik. Kemudian, bagi juga sebagai ajang seleksi bagi mubaligh, apakah layak atau tidaknya tampil nantinya ke publik," ujar Al Amin,.(Hr1)
