Padang, Lamosai.com – Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pemangku Adat bertema "Adaik Salingka Nagari, Pusako Salingka Kaum" yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat melalui Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Partai NasDem, Bakri Bakar, SH, berlangsung sukses di Axana Hotel Padang pada 6 hingga 8 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan narasumber berkompeten di bidang adat, budaya, dan sosial kemasyarakatan, yakni Irwan Malin Basa, Dr. Amril Amir, M.Pd., Dt. Lelo Basa, Dr. Yulizal Yunus, M.Si, serta Drs. H. Masoed Abidin.
Dalam kesempatan itu, Bakri Bakar, SH, yang juga merupakan Anggota DPRD Sumbar dua periode, menegaskan bahwa penguatan kapasitas pemangku adat menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus perubahan sosial dan perkembangan zaman.
"Pemangku adat memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai, norma, dan kearifan lokal Minangkabau. Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkuat pemahaman serta kapasitas para ninik mamak dan tokoh adat agar mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini," ujar Bakri Bakar.
Menurutnya, falsafah 'Adaik Salingka Nagari, Pusako Salingka Kaum' mengandung makna mendalam tentang pentingnya menjaga tatanan adat di tingkat nagari sekaligus memelihara pusaka dan identitas kaum sebagai warisan yang harus diteruskan kepada generasi mendatang.
"Kita tidak ingin adat hanya menjadi cerita masa lalu. Adat harus tetap hidup, menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya," katanya.
Politisi Partai NasDem tersebut juga menekankan bahwa keberadaan lembaga adat merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga keharmonisan sosial di Sumatera Barat. Karena itu, sinergi antara pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat perlu terus diperkuat.
"Kita berharap melalui bimtek ini lahir pemangku adat yang semakin berwawasan, mampu menjadi penengah dalam berbagai persoalan sosial, sekaligus menjadi benteng dalam menjaga marwah adat dan budaya Minangkabau," tambahnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi terkait penguatan kelembagaan adat, peran ninik mamak dalam pembinaan generasi muda, pelestarian nilai budaya Minangkabau, hingga tantangan adat di era digital.
Bimtek ini menjadi salah satu bentuk komitmen dalam memperkuat eksistensi adat sebagai bagian penting dari pembangunan karakter masyarakat Sumatera Barat, sejalan dengan filosofi "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Minangkabau. (Hr1)
