Breaking News

Prihatin Aksi Demo, Evi Yandri Jangan Adu Domba Masyarkat, Utamakan Kemanusiaan

Amggota DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman yang juga sekretaris DPD Gerindra Sumbar, prihatin dengan kondisi para pendemo. Ia meminta para demonstran jangan di adu domba. @rie St Malin Mudo


Padang, Lamosqi.com – Empat hari menggelar aksi demo berturut-turut di Kantor Gubernur Sumbar, warga Air Bangis Pasaman Barat mendapat perhatian dari Anggota DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, Kamis (3/8/2023).

Menurutnya, apapun yang dilakukan oleh masyarakat Air Bangis dalam menyampaikan aspirasinya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat harus memenuhi kebutuhannya. Sepanjang itu mereka juga menyampaikan dengan tertib.

Informasi yang diperolehnya, selama empat hari masyarakat menyampaikan aspirasi, mereka tidak mendapatkan akses air bersih selama di halaman kantor. Mereka tidak mendapatkan akses ke Masjid Kantor Gubernur. Karena pagar Kantor Gubernur dikunci.

“Kantor gubernur ditutup. Mereka tidak dapat masuk ke sana. Mereka juga tidak diberikan akses air bersih untuk berwuduk,” ungkapnya saat menghadiri rapat dengan Pemprov Sumbar terkait demo masyarakat Air Bangis, Pasaman Barat.

Untuk itu katanya, tolong mereka difasilitasi, kebutuhannya. Mulai dari makannya, air bersihnya, pengobatannya terutama anak-anak. Utamakan kemanusiaan.

Diakuinya untuk makan, Dinas Sosial menempatkan Taruna Siaga Bencana (Tagana), dengan mendirikan dapur umum. Sudah ada Dinas Kesehatan, tapi jumlahnya tidak memadai, hanya sekitar 250, sedangkan warga itu jumlahnya lebih seribuan.

Selain itu terusnya, adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) harus didukung untuk kemajuan Sumatera Barat. Meski begitu, menurutnya apapun dasar masyarakat menuntut, tidak boleh dengan alasan PSN mengusir masyarakat tersebut. Karena semuanya adalah sama warga negara Indonesia dan warga Sumatera Barat.

Begitu juga dengan adanya massa tandingan menyatakan satu kelompok adalah pendatang ilegal. Apapun cap yang dilekatkan, mereka tetap masyarakat Sumatera Barat. Tidak mungkin 1.500 lebih dikatakan pendatang ilegal oleh yang 100 orang.

Kalau hanya karena alasan PSN, masyarakat diusir, maka tidak ada bedanya negara ini dengan kolonial. Negara menjajah masyarakat.

Anggota DPRD dari Partai Gerindra ini berharap, jangan ada upaya mengadu domba antar masyarakat. Dengan menerima satu perwakilan.

“Tolong utamakan kemanusiaan. Jangan ada adu domba, tampung aspirasi mereka hingga mereka merasa aman untuk pulang,”pungkas Politisi Gerindra ini.

Diketahui, ribuan masyarakat Air Bangis, Pasaman Barat menggelar aksi demo ke Kantor Gubernur Sumbar sejak Senin (31/7/2023) hingga Kamis (3/8/2023).

Setidaknya ada empat tuntunan masyarakat Air Bangis kepada Gubernur Sumbar Mahyeldi. Petama, cabut usulan gubernur tentang proyek strategis nasional kepada Menko Kemaritiman dan Investasi.

Kedua, bebaskan lahan masyarakat Air Bangis dari kawasan hutan produksi. Ketiga bebaskan masyarakat dari Koperasi KSU ABS HTR Sekunder. Dan keempat, bebaskan masyarakat menjual hasil sawitnya kemanapun.(Bdr/Hr1)

No comments