Padang, Lamosai.com — Memasuki usia ke-60 tahun, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menjadikan momentum tasyakuran sebagai ruang refleksi sekaligus memperkuat peran kebangsaan dalam memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, umat, dan bangsa.
Tasyakuran 60 tahun KAHMI serta diskusi tersebut berlangsung di Graha HMI Hang Tuah, Kota Padang, Jumat (25/9/2026), dan dihadiri oleh Presidium MW KAHMI Sumatera Barat, di antaranya Hj. Dyan Eka Putri, S.Si., Mevrizal, M.H., Sabar A.S., S.Ag., M.Si., Dr. Rahmat Tuanku Sulaiman, S.Sos., S.Sos.I., M.M., Dr. Eka Vidya Putra, M.Si., Yofialdi, M.M., dan Doni Harsiva Yandra, S.Ip., M.E., serta jajaran HMI dan KAHMI se-Sumatera Barat.
Selain tasyakuran, kegiatan juga dirangkaikan dengan diskusi publik yang menghadirkan Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia, Prof. Dr. Valina Singka Subekti, M.Si. Diskusi mengangkat tema “KAHMI dan Masa Depan Demokrasi: Meneguhkan Peran Kebangsaan Menuju Rakyat yang Berdaulat.”
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Valina Singka Subekti menyoroti berbagai perkembangan politik dan demokrasi yang terjadi saat ini. Ia juga menekankan pentingnya peran alumni HMI dalam menjaga kehidupan demokrasi serta berkontribusi dalam menghadirkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang adil dan berdaulat.
Sementara itu, presedium KAHMI Sumatera Barat, H. Sabar AS, S.Ag., M.Si., dalam sambutannaya mengatakan perjalanan panjang KAHMI tidak semata-mata menjadi momentum silaturahmi dan mengenang perjalanan organisasi, tetapi harus mampu melahirkan gagasan yang memberikan dampak terhadap kemajuan daerah, umat, dan bangsa.
Menurutnya, usia 60 tahun merupakan momentum penting bagi KAHMI untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan yang telah dilalui, sekaligus melihat kontribusi yang dapat diberikan ke depan.
“Ini bukan hanya momentum silaturahmi dan peringatan perjalanan KAHMI, tetapi bagaimana momentum ini dapat melahirkan gagasan yang berdampak terhadap kemajuan daerah, kemajuan umat dan bangsa,” ujar Sabar AS yang juga mantan Bupati Pasaman ini.
Ia menegaskan, KAHMI memiliki sumber daya alumni yang luas dan tersebar di berbagai bidang kehidupan. Potensi tersebut, kata dia, perlu terus dihimpun dan dikonsolidasikan agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Karena itu, kita perlu melakukan refleksi, memperkuat gagasan, sekaligus melahirkan rekomendasi-rekomendasi kebijakan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sabar AS yang juga Mantan Anggota DPRD Sumbar tiga periode ini berharap momentum 60 tahun KAHMI menjadi titik penguatan kembali komitmen kebangsaan para alumni HMI. KAHMI, menurutnya, harus mampu menjadi bagian dari proses menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya membangun gagasan yang konstruktif dan memperkuat kolaborasi antara alumni, pemerintah, masyarakat, serta berbagai elemen bangsa.
“Semangatnya adalah bagaimana KAHMI terus hadir dengan gagasan, pemikiran dan kontribusi nyata. Kita ingin keberadaan KAHMI memberikan dampak bagi kemajuan daerah, umat dan bangsa, dalam rangka mewujudkan masyarakat dan rakyat yang berdaulat,” tegas Sabar AS.
Tasyakuran 60 tahun KAHMI tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi antaralumni HMI serta meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan yang menjadi bagian dari perjalanan panjang HMI dan KAHMI.
Dengan pengalaman dan jejaring alumni yang tersebar di berbagai sektor, KAHMI diharapkan terus mengambil peran strategis dalam memberikan sumbangsih pemikiran serta rekomendasi bagi pembangunan daerah dan kehidupan kebangsaan.(Hr1)

