Moch Abdi Dekan Fakultas Pariwisata UM Sumatera Barat, yang juga penggiat Pariwisata Sumbar memaparkan Petakan Potensi, Gerakkan Nagari: Seminar Nasional Pariwisata Dorong Sumbar Perkuat Desa Wisata. Arie St Malin MudoPADANG, Lamosai.com — Pengembangan pariwisata Sumatera Barat tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam dan kekayaan budaya. Potensi yang tersebar di nagari dan desa perlu dipetakan, dikembangkan, serta dikelola secara kolaboratif agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Semangat tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Pariwisata 2026 dan Workshop Pemetaan Potensi Nagari Wisata/Desa Wisata, yang digelar pada 16–17 September 2026 di Convention Hall Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, Kampus I Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat.
Kegiatan mengangkat tema “Strategi Penguatan Kapasitas Pemangku Kepentingan dalam Menggerakkan Potensi Desa Wisata/Nagari Wisata di Provinsi Sumatera Barat.”
Dekan Fakuktas Pariwisata UM Sumatera Barat, Moch Abdi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong geliat kepariwisataan Sumatera Barat melalui pemetaan potensi yang dimiliki masing-masing nagari atau desa.
Menurutnya, setiap nagari memiliki karakter, sumber daya, budaya, serta daya tarik yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan pariwisata apabila dikelola dengan tepat.
“Kegiatan ini juga bertujuan sebagai penguatan kapasitas para pemangku kepentingan dalam menggerakkan potensi nagari atau desa wisata di Provinsi Sumatera Barat,” ujar Moch Abdi.
Ia menjelaskan, pemetaan potensi menjadi langkah penting untuk mengetahui kekuatan sekaligus berbagai kebutuhan dalam pengembangan destinasi. Dengan data dan pemetaan yang baik, pengembangan wisata di tingkat nagari diharapkan tidak berjalan secara sporadis, tetapi memiliki arah dan strategi yang jelas.
Seminar dan workshop ini juga mempertemukan berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pariwisata, mulai dari akademisi, pemerintah, pelaku usaha, perbankan, komunitas hingga pemangku kepentingan di tingkat nagari.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka ruang sinergi dalam mengembangkan nagari wisata yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal, membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Potensi wisata di nagari sangat beragam. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dipetakan, dikemas dan digerakkan secara bersama sehingga memiliki nilai dan daya saing,” kata Abdi.
Melalui kegiatan ini, UM Sumatera Barat mendorong agar pengembangan pariwisata berbasis nagari semakin kuat, dengan menjadikan masyarakat lokal sebagai bagian penting dari proses pembangunan destinasi.
Nagari punya potensi, tetapi potensi akan menjadi kekuatan ketika dipetakan, dikelola dan digerakkan bersama.(Hr1)
