Kabut Asap Makin Tebal dan Memburuk, Pemko Padang Berlakukan Daring PAUD hingga SMP. Arie St Malin MudoPadang, Lamosai.com — Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap di Kota Padang membuat Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengambil langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan peserta didik.
Pemko Padang meminta seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring mulai Rabu hingga Jumat, 9–11 September 2026.
Kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi kabut asap yang semakin tebal dan dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan anak-anak, khususnya gangguan pada saluran pernapasan.
Informasi pelaksanaan PJJ tersebut disampaikan kepada orang tua/wali murid melalui satuan pendidikan. Dalam pemberitahuan itu, pihak sekolah meminta guru dan wali kelas tetap memberikan tugas kepada siswa sesuai jadwal pembelajaran masing-masing.
"Sehubungan dengan cuaca dan dampak kabut asap yang semakin tebal, untuk mengurangi risiko sakit kepada anak diminta untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/Daring bagi murid PAUD/TK, SD dan SMP negeri dan swasta terhitung Rabu 9 sampai 11 September 2026," demikian isi pemberitahuan yang beredar.
Meski proses pembelajaran siswa dilakukan dari rumah, aktivitas guru dan tenaga pendidik tetap berlangsung di sekolah seperti biasa. Para guru tetap hadir dan menjalankan aktivitas sekolah, termasuk memberikan materi serta tugas pembelajaran melalui wali kelas.
Kebijakan PJJ ini menjadi langkah preventif di tengah kondisi kualitas udara Kota Padang yang mengalami penurunan drastis.
Berdasarkan pantauan IQAir pada Selasa (8/9/2026) malam, kualitas udara Kota Padang berada pada kategori berbahaya, dengan polutan utama berupa PM2.5 dalam konsentrasi sangat tinggi.
Dalam kondisi seperti ini, paparan udara luar ruangan dalam waktu lama berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.
Karena itu, masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada saat konsentrasi polutan sedang tinggi. Penggunaan masker dan upaya mengurangi paparan langsung terhadap udara luar menjadi langkah penting selama kondisi kabut asap masih berlangsung.
Keputusan PJJ selama tiga hari tersebut diharapkan dapat menjadi langkah perlindungan bagi peserta didik sekaligus memberikan waktu bagi kondisi kualitas udara di Kota Padang untuk kembali membaik.
Kabut asap memburuk, sekolah tak diliburkan—pembelajaran tetap berjalan, namun anak-anak belajar dari rumah.(Hr1)