Wako Padang Fadly Amran Dukung dan Apresiasi Marandang LKAAM, Siapkan 5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT. Arie St Malin MudoPadang, Lamosai.com – Wali Kota Padang Fadly Amran memberikan dukungan dan apresiasi terhadap aksi kemanusiaan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat (Sumbar) bersama Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) Sumbar yang menggelar kegiatan marandang untuk membantu masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Fadly Amran hadir langsung dalam kegiatan memasak rendang tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan sosial yang mengedepankan semangat gotong royong dan kepedulian antarsesama.
Dalam aksi kemanusiaan ini, LKAAM Sumbar bersama Gebu Minang Sumbar menyiapkan bantuan sebanyak 5 ton rendang yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat NTT yang terdampak gempa bumi pada 15 Agustus 2026.
Gempa tersebut mengakibatkan sejumlah korban jiwa serta menimbulkan kerusakan pada rumah warga dan berbagai infrastruktur. Kondisi tersebut mendorong berbagai elemen masyarakat di Sumatera Barat untuk bergerak memberikan bantuan.
Fadly Amran mengapresiasi langkah LKAAM dan Gebu Minang yang menjadikan rendang sebagai bentuk kepedulian masyarakat Minangkabau terhadap saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.
Menurutnya, kegiatan marandang bukan hanya tentang menyiapkan makanan, tetapi juga mencerminkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong yang menjadi bagian kuat dari budaya Minangkabau.
“Ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kita kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Semoga bantuan rendang ini dapat memberikan manfaat dan meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di NTT,” ujar Fadly.
Ia juga berharap gerakan kemanusiaan tersebut dapat menjadi contoh bahwa nilai-nilai budaya Minangkabau dapat diwujudkan dalam aksi nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, bantuan 5 ton rendang yang disiapkan LKAAM Sumbar dan Gebu Minang Sumbar diharapkan dapat segera didistribusikan kepada para korban bencana di NTT.
Aksi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa rendang tidak hanya menjadi warisan kuliner Minangkabau, tetapi juga dapat menjadi simbol kepedulian, persaudaraan, dan solidaritas kemanusiaan.(Hr1)