Matangkan Diri Maju Pilwana Kudo-Kudo, Muhammad Zaidin Siap Kembangkan Potensi SDA dan Infrastruktur Nagari. Arie St Malin MudoPesisir Selatan, Lamosai.com -Muhammad Zaidin mulai mematangkan diri untuk maju dalam Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Kudo-Kudo. Berbekal pengalaman di tengah masyarakat, dunia koperasi, pertanian serta pemahaman terhadap adat dan kehidupan nagari, Zaidin membawa tekad untuk mendorong Kudo-Kudo menjadi nagari yang lebih maju dan mampu mengoptimalkan potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki.
Muhammad Zaidin saat ini dipercaya sebagai Ketua Koperasi Pemasaran Tani Elok Saiyo, yang bergerak di wilayah Kecamatan Pancung Soal, Nagari Tigo Sungai dan Indrapura Selatan. Selain itu, ia juga dipercaya sebagai orang tuo adat kaum Suku Melayu Gedang.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Zaidin dalam memahami persoalan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian, ekonomi kerakyatan, adat serta pengelolaan potensi yang ada di tingkat nagari.
Menurut Zaidin, Nagari Kudo-Kudo memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Namun, potensi tersebut membutuhkan pengelolaan yang terarah, sinergi dengan masyarakat serta dukungan infrastruktur yang memadai.
“Niat dan tekad saya adalah bagaimana potensi sumber daya alam yang ada di Nagari Kudo-Kudo bisa dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kita ingin potensi yang ada tidak hanya menjadi potensi, tetapi mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan nagari,” ujar Ahmad Z kepada media ini, Selasa (18/8/2026)
Salah satu perhatian yang menjadi bagian dari pemikirannya adalah penguatan sektor ekonomi masyarakat melalui pengembangan Pasar Inpres. Keberadaan pasar dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus ruang bagi pelaku usaha dan petani untuk memasarkan hasil produksi mereka.
Selain pasar, persoalan pengairan juga menjadi perhatian serius. Menurutnya, ketersediaan sistem pengairan yang baik sangat berkaitan dengan keberlangsungan sektor pertanian masyarakat.
“Kalau pengairan kita baik, pertanian masyarakat juga akan lebih berkembang. Karena itu, persoalan infrastruktur dasar seperti pengairan harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Zaidin menegaskan, keinginannya maju dalam Pilwana bukan semata-mata untuk mengejar jabatan, tetapi lebih kepada dorongan untuk ikut berbuat dan memberikan kontribusi bagi kemajuan nagari.
Ia menyadari bahwa membangun nagari tidak dapat dilakukan seorang diri. Dibutuhkan kebersamaan antara pemerintah nagari, ninik mamak, tokoh masyarakat, pemuda, kaum perempuan, petani, pelaku UMKM serta seluruh unsur masyarakat.
“Nagari ini milik kita bersama. Karena itu, pembangunan juga harus dilakukan bersama. Pemerintahan nagari harus terbuka, mau mendengar aspirasi masyarakat dan mampu menyusun program berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan,” tegasnya.
Dengan pengalaman di bidang koperasi dan pertanian serta keterlibatannya dalam kehidupan adat dan masyarakat, Muhammad Zaidin berharap dapat membawa gagasan baru dalam pembangunan Nagari Kudo-Kudo.
Baginya, masa depan nagari harus dibangun dengan memanfaatkan potensi lokal, memperkuat ekonomi masyarakat dan membenahi infrastruktur secara bertahap.
“Kudo-Kudo punya potensi. Yang kita butuhkan adalah kemauan, kebersamaan dan kerja nyata untuk mengembangkannya,” pungkas Muhammad Zaidin yang juga Buya ini. (Hr1)