Piala Wali Kota U-13 Resmi Ditutup, Mastilizal Aye: Komit Terus Bina Generasi Muda Lewat Sepak Bola. Arie St Malin MudoPadang, Lamosai.com — Turnamen Sepak Bola U-13 Piala Wali Kota Padang yang merupakan bagian dari Liga Askot PSSI Kota Padang resmi berakhir. Kompetisi usia dini tersebut ditutup oleh Ketua Askot PSSI Kota Padang, Mastilizal Aye, SH, yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Padang, di Lapangan Kampung Pisang, Anak Air, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Minggu (20/9/2026) sore.
Partai puncak turnamen berlangsung semarak dan mendapat perhatian masyarakat. Laga final mempertemukan Kla Dentist FC kontra Imam Bonjol FC, yang sejak awal pertandingan langsung memperlihatkan permainan terbuka dan jual beli serangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris KONI Kota Padang Junaidi, Bendahara KONI Padang Zulhardi Z Latif, serta perwakilan Pemerintah Kota Padang melalui Dispora, Syafrizon.
Bagi Askot PSSI Kota Padang, turnamen ini tidak sekadar menjadi ajang perebutan trofi dan hadiah. Lebih dari itu, kompetisi U-13 menjadi bagian penting dalam proses pembinaan pemain muda sekaligus wadah bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman bertanding sejak usia dini.
Ketua Askot PSSI Kota Padang, Mastilizal Aye, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kompetisi tersebut.
Menurutnya, pembinaan sepak bola harus dilakukan secara berkelanjutan dan dimulai dari kelompok usia dini. Kompetisi seperti Piala Wali Kota U-13 menjadi salah satu ruang untuk menemukan, mengasah dan mengembangkan talenta-talenta muda Kota Padang.
“Ini merupakan bagian dari pembinaan bibit-bibit generasi sepak bola kita. Kita patut bangga dan memberikan apresiasi karena anak-anak sudah mendapatkan ruang untuk berkompetisi, belajar sportif, bekerja sama dan menunjukkan kemampuan mereka,” ujar Mastilizal Aye.
Ia menegaskan, Askot PSSI Kota Padang akan terus mendorong kegiatan pembinaan sepak bola usia dini. Menurutnya, prestasi sepak bola tidak dapat dibangun secara instan, tetapi membutuhkan proses panjang, kompetisi yang teratur serta dukungan berbagai pihak.
“Kita ingin anak-anak ini terus mendapatkan kesempatan bermain dan berkembang. Dari kompetisi seperti inilah nantinya kita berharap lahir pemain-pemain muda yang mampu membawa nama Kota Padang, Sumatera Barat bahkan Indonesia,” tambahnya.
Mastilizal juga mengajak klub, sekolah sepak bola (SSB), orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan terhadap pembinaan sepak bola usia dini.
KONI Apresiasi Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
Sekretaris KONI Kota Padang, Junaidi, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan turnamen tersebut. Ia menilai kegiatan kompetisi usia dini sangat penting dalam membangun fondasi olahraga prestasi di Kota Padang.
Menurutnya, pembinaan atlet tidak cukup hanya dilakukan ketika memasuki usia senior. Proses tersebut harus dimulai sejak usia dini melalui latihan yang terarah dan kompetisi yang berkesinambungan.
Hal senada disampaikan Syafrizon, yang hadir mewakili Kepala Dispora Kota Padang. Ia mengapresiasi Askot PSSI Kota Padang dan seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga turnamen U-13 Piala Wali Kota Padang dapat berjalan dengan baik.
Ia berharap kompetisi serupa terus digelar secara konsisten sehingga semakin banyak anak-anak Kota Padang yang memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat dan kecintaannya terhadap sepak bola.
Kla Dentist FC Keluar sebagai Juara
Sementara itu, pertandingan final antara Kla Dentist FC dan Imam Bonjol FC berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim langsung tampil agresif dan saling melancarkan serangan.
Kla Dentist FC berhasil membuka keunggulan pada menit kelima melalui situasi tendangan sudut. Pemain bernomor punggung 7 berhasil menyundul bola dan membawa Kla Dentist FC unggul 1-0.
Pertandingan semakin menarik. Memasuki menit ke-15, pemain nomor 7 Kla Dentist FC kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan situasi ketika penjaga gawang Imam Bonjol FC meninggalkan posisinya. Dari jarak sekitar 17 meter, bola berhasil diarahkan ke gawang dan mengubah skor menjadi 2-0.
Keunggulan tersebut bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Imam Bonjol FC berusaha bangkit. Jual beli serangan kembali terjadi. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika memasuki menit kelima babak kedua, pemain bernomor punggung 22 berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.
Setelah itu, kedua tim terus berupaya mencetak gol tambahan. Namun hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Kla Dentist FC.
Dengan hasil tersebut, Kla Dentist FC resmi keluar sebagai Juara I/Champion, disusul Imam Bonjol FC sebagai Runner Up. Posisi ketiga ditempati Dewan 24 FC, sementara SSB Balai Baru meraih posisi Harapan I.
Apresiasi untuk Pemain Terbaik
Selain penghargaan kepada para juara, panitia juga memberikan penghargaan individual kepada pemain yang tampil menonjol sepanjang turnamen.
Gelar Top Scorer diraih Zidane Alfredo dari Imam Bonjol FC. Sementara Kiper Terbaik diberikan kepada Pati Pino Nanda dari Kla Dentist FC dan penghargaan Best Player diraih Kenzo dari Kla Dentist FC.
Masing-masing penerima penghargaan individual mendapatkan trofi dan uang tali asih sebesar Rp750 ribu.
Untuk penghargaan tim, seluruh juara mendapatkan trofi dan uang pembinaan. Juara III memperoleh uang tunai Rp3 juta, Juara II Rp7,5 juta, sedangkan The Champion Kla Dentist FC berhak membawa pulang hadiah utama berupa uang pembinaan Rp10 juta.
Turnamen pun ditutup dengan penyerahan trofi dan penghargaan kepada para pemenang. Namun lebih dari sekadar hasil pertandingan, kompetisi tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi anak-anak untuk terus berlatih, menjaga sportivitas dan mengejar cita-cita melalui sepak bola.
Sebab, dari lapangan sederhana dan kompetisi usia dini inilah, bibit-bibit pesepak bola masa depan Kota Padang dapat tumbuh dan menemukan jalannya menuju prestasi.(Hr1)
