Peduli Korban Gempa NTT, BPBD Sumbar Salurkan 1,8 Ton Randang. Dr. H Era Sukma Munaf, ST, MT Datuk Mangkudum memaparkan, pengiriman Rendang ini melampaui target.Arie St Malin MudoPadang, Lamosai.com – Kepedulian masyarakat Sumatera Barat terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali diwujudkan melalui aksi kemanusiaan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berhasil menghimpun sekitar 1,8 ton randang untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di NTT.
Bantuan tersebut dikumpulkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar selama empat hari, sejak 18 hingga 21 Agustus 2026.
Randang yang terkumpul berasal dari berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumbar, BUMD, sekolah di bawah naungan pemerintah provinsi, dunia usaha, hingga sumbangan masyarakat secara pribadi.
Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Erasukma Munaf, mengatakan hingga penutupan pengumpulan pada Jumat (21/8) sore, jumlah randang yang berhasil dihimpun mencapai sekitar 1.820 kilogram.
“Alhamdulillah, kita berhasil mengumpulkan rendang dari kawan-kawan ASN lingkup OPD Provinsi Sumbar, lebih kurang 1.820 kilogram,” ujar Erasukma saat memantau proses pengemasan bantuan, Jumat (21/8) malam.
Ia menjelaskan, bantuan randang tersebut direncanakan dikirim ke NTT pada Senin, 24 Agustus 2026, menggunakan penerbangan Garuda Indonesia.
“Rencana penerbangannya Senin pagi, karena Selasa Pak Gubernur baru sampai di NTT dari Makassar,” jelasnya.
Menurut Erasukma, jumlah bantuan yang terkumpul bahkan melampaui target awal. BPBD Sumbar sebelumnya menargetkan pengumpulan sekitar 1 hingga 1,5 ton randang untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak bencana.
“Sudah melebihi target. Awalnya kita menargetkan sekitar 1 sampai 1,5 ton. Tapi Alhamdulillah, antusias warga kita sampai melebihi target,” katanya.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
“Terima kasih atas semua dukungan dan semua yang telah berpartisipasi,” tuturnya.
Bantuan randang ini menjadi bagian dari semangat Sakato untuk Kemanusiaan, sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat Sumbar tidak mengenal batas wilayah.
Di tengah situasi bencana, randang bukan sekadar makanan, tetapi juga menjadi simbol solidaritas, kehangatan, dan kekuatan gotong royong masyarakat Minangkabau untuk membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.
Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan.(Hr1)